Rabu, 17 Jun 2026 21:28 WIB

Honor Satu Bulan Pemantau Tembakau di Pamekasan Belum Terbayar, Lho...

Aktivitas penyortiran tembakau di Pamekasan (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Aktivitas penyortiran tembakau di Pamekasan (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kegiatan rutin pemantauan tata niaga tembakau di Pamekasan sudah selesai sejak akhir bulan lalu. Namun, sampai saat ini honor tim pemantau belum terbayar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat.

Data yang dirangkum jatimnow.com, jumlah tim pemantau di Pamekasan sebanyak 20 orang. Mereka ditugaskan ke sejumlah gudang tembakau di wilayah kabupaten itu.

Baca Juga: PTPN I Regional 5 Gandakan Lahan Tembakau Klaten, Bangun 38 Sumur Bor

Pekerjaan mereka berakhir sejak akhir bulan lalu. Namun honor belum diterima oleh para pemantau. Alasan Disperindag, honor itu masih nenunggu penetapan Perubahan Anggaran Kabupaten Pamekasan Tahun 2022.

20 orang pemantau melakukan pengisian absensi setiap pagi dan sore. Mereka melaporkan hasil pembelian tembakau di sejumlah gudang. Mulai dari harga penyerapan, pemantauan jumlah sampel tembakau hingga potongan tikar di timbangan.

Salah satu pemantau menyampaikan belum menerima honor. Padahal tugas pemantau tembakau sudah berakhir sejak sebulan lalu.

"Kami sudah melaksanakan tugas. Tapi pembayaran honor belum jelas," ungkap dia.

Dikatakan, pihaknya merasa janggal dengan anggaran yang dialokasikan. Sebab pemantauan tembakau adalah kegiatan rutin setiap tahun. Tapi anggaran malah dialokasikan di Anggaran Perubahan.

Baca Juga: Optimis Menanam, Petani Bondowoso Minta Perlindungan Regulasi Tembakau

Sehingga, hak pemantau terlambat diberikan. Padahal jumlah pemantau sudah berkurang dari jumlah tahun-tahun sebelumnya yang mencapai kurang lebih 60 orang. Namun, tahun ini pemantau hanya 20 orang.

"Jika alasan karena menunggu pengesahan perubahan anggaran, seharusnya hari ini sudah ada penjelasan dari Disperindag. Sebab anggaran perubahan sudah ditetapkan oleh wakil rakyat kemarin," katanya.

Dia menyebut bahwa keterlambatan honor sampai satu bulan untuk pemantau baru terjadi tahun ini. Padahal, jika Disperindag berkomitmen pencairan bisa diprioritaskan karena berkaitan dengan hak orang banyak.

Sementara Kepala Diperindag Pamekasan, Achmad Sjaifudin enggan memberikan keterangan saat berusaha dikonfirmasi.

Baca Juga: Petani Tembakau Terhimpit, Gus Lilur Dorong Industri dari Bawah

Sedangkan Penanggungjawab Pelaksanaan Pemantauan Tembakau Disperindag Pamekasan, Firman menyampaikan jika pengajuan masih akan dilakukan minggu depan.

"Minggu depan diajukan, insyaAllah," katanya singkat.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.