Rabu, 17 Jun 2026 21:21 WIB

Tim Gabungan Pemkot Mojokerto Sidak Sirup di Apotek dan Minimarket, Ini Hasilnya

Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya menunjukkan sirup. (Foto: Agus for jatimnow.com)
Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya menunjukkan sirup. (Foto: Agus for jatimnow.com)

jatimnow.com - Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan oleh tim gabungan dari Pemkot Mojokerto yakni Dinkes, Diskopukmperindag, Polri, dan TNI. Ada apotek yang masih menjual obat dan multivitamin bentuk sirup yang masih dilarang edar sementara oleh Kemenkes.

Tim gabungan menemukan ada 7 item sirup yang dipajang di rak. Semua sirup itu lalu diturunkan dan memperingatkan agar tidak menjual obat sirup sebelum ada surat ketentuan atau edaran dari Kemenkes.

Baca Juga: Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

"Ada tiga tempat yang kita datangi, yakni apotek dan toko modern di Jalan Ahmad Yani serta toko obat di Jalan Majapahit. Hasilnya, kita temukan sejumlah obat sirup berbagai merek yang masih diperjualbelikan," kata Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya, Jumat (28/10/2022).

Gaguk menambahkan, petugas gabungan selanjutnya melakukan penindakan persuasif berupa penyegelan obat dan jika masih dijual akan ditindak tegas.

Sementara, obat yang ditemukan tidak disita tapi di simpan di gudang apotek. Petugas kemudian mendata secara rinci jenis obat-obatan cair tersebut guna mengantisipasi penyalahgunaannya sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Sudah kita segel dan disimpan di gudang apotek, namun jika nanti masih diperjualbelikan, maka petugas akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Kota Mojokerto, dr Triastutik menjelaskan BPOM telah merilis sejumlah merek obat produksi lokal yang diduga mengandung cemaran EG dan DEG.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Sehingga, guna mengantisipasi kian meluasnya peredaran obat tersebut, maka dilakukan pemeriksaan ke toko obat atau apotek di Kota Mojokerto.

"Sidak ini dalam rangka mengantisipasi peredaran obat sirup anak yang dinilai menimbulkan bahaya kesehatan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.