Rabu, 17 Jun 2026 20:40 WIB

Pabrik Gula Modjopanggoong Tulungagung Akui Limbahnya Cemari Banjir, tapi....

Genangan banjir dan air limbah yang menggenangi rumah warga Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Genangan banjir dan air limbah yang menggenangi rumah warga Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Humas Pabrik Gula Modjopanggoong, Aziz Rahman mengakui limbah bercampur banjir yang terjadi di pemukiman warga memang dari pabriknya. Namun, pihaknya memastikan bahwa limbah tersebut aman.

Limbah ini berasal dari air jatuhan pendingin ketel. Temperatur air tersebut memang hangat dan mengeluarkan bau tak sedap.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Menurut Aziz, kejadian ini baru pertama kali. Limbah yang meluap ke pemukiman warga dan bercampur dengan banjir, disebabkan akibat tingginya debit air Sungai Song. Sehingga limbah yang keluar tidak bisa mengalir ke selatan, akibat debit air Sungai Song tinggi.

"Kami akan segera mengecek ke lokasi, apakah ada penyumbatan di saluran pembuangan. Selain itu, kami akan koordinasi dengan wilayah hingga desa untuk mengatasi dampak ini," pungkasnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Diberitakan sebelumnya, ratusan rumah warga di dua desa, Kecamatan Kauman, Tulungagung, terendam banjir bercampur limbah yang diduga berasal dari PG Modjopanggoong.

Banjir bercampur limbah, membuat air berwarna hitam, berbau tidak sedap dan mengeluarkan asap karena suhunya tinggi. Warga mengeluh karena hingga saat ini belum ada penanganan dari pihak pabrik. Mereka berharap air limbah ini tidaj lagi masuk ke kawasan pemukiman warga.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Salah satu warga terdampak, Siti Heni Setyowati (28) mengatakan, banjir yang bercampur dengan limbah sudah terjadi sejak Jumat (21/10/2022) lalu.

Banjir bercampur limbah ini sempat surut sehari kemudian. Namun banjir terjadi lagi pada Minggu (23/10/2022). Banjir bercampur limbah ini bahkan masuk ke dalam rumah warga. Ketinggian air bervariasi hingg hampir 1 meter.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.