Rabu, 10 Jun 2026 11:23 WIB

Cerita Atlet Paramotor Muda Asal Mojokerto

Wahyu Wijaya bersama Ilung ayahnya menunjukkan medali yang diraih di PON Papua.(Foto: Ilung for jatimnow.com)
Wahyu Wijaya bersama Ilung ayahnya menunjukkan medali yang diraih di PON Papua.(Foto: Ilung for jatimnow.com)

jatimnow.com - Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Mungkin peribahasa itu yang tepat untuk Wahyu Wijaya atlet paramotor muda dari Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Remaja 17 tahun itu merupakan anak dari pasangan Muhammad Akbar atau Ilung dan Kasianah. Ilung merupakan atlet paramotor yang banyak menyabet juara, baik nasional maupun internasional.

Baca Juga: Raperda Keolahragaan Jawa Timur dan Ujian Tata Kelola Olahraga yang Berkeadilan

Je, panggilan anak pertama dari Ilung dan Kasianah ini pada 2021 mendapat juara 3 di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua cabor paramotor kelas presisi take off.

"PON tahun kemarin itu pertama kali saya mengikuti kejuaraan paramotor dan alhamdulilah dapat medali perunggu atau juara tiga," kata Je saat ditemui di rumahnya, Rabu (26/10/2022).

Wahyu Wijaya saat menunjukkan medali yang diraih.(Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)Wahyu Wijaya saat menunjukkan medali yang diraih.(Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Menurut Je, keinginannya untuk menjadi atlet paramotor datang dengan sendirinya. Bukan karena permintaan atau disuruh ayahnya.

"Ingin sendiri, tidak dipaksa sama papa. Mulai kecil lihat papa latihan terbang, mungkin itu salah satu faktor yang mempengaruhi saya ingin jadi atlet paramotor," ujarnya.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Pemuda hitam manis yang saat ini duduk di kelas XII SMA Negeri 1 Mojosari ini menjelaskan, kedua orang tuanya sangat mendukung dirinya dalam olahraga paramotor.

"Papa-mama pasti sangat mendukung. Kalau latihan ya pas hari Minggu atau libur saja. Saat ini saya juga konsentrasi ujian nasional atau assessment nasional berbasis komputer," tuturnya.

Je berharap bisa menjadi atlet paramotor yang bisa mengharumkan nama Jatim dan Indonesia di kejuaraan dunia.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Ya paling tidak prestasinya bisa kayak papa, tapi kalau bisa melebihi papa. Even terdekat pra-PON di Maret tahun depan," pungkasnya.

 

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.