Jalan Antar Desa di Lereng Gunung Bromo Tosari, Pasuruan Terputus akibat Longsor
- Penulis : Moch Rois
- | Selasa, 25 Okt 2022 20:50 WIB
jatimnow.com - Longsor akibat hujan deras di lereng Gunung Bromo menutup jalan antar desa di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Hingga pukul 20.30 WIB, Selasa (25/10/2022), akses masih tertutup.
Dari data yang dihimpun jatimnow.com, ada dua lokasi tanah longsor. Pertama, sekitar pukul 13.30 WIB longsor terjadi jalan raya penghubung Desa Tosari dengan Desa Baledono.
Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI
Sedangkan longsor kedua terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Material longsor menutup jalan Desa Tosari dengan Desa Ngadiwono.
Longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejak pagi hingga sore.
"Akibat tingginya intensitas hujan yang berkepanjangan sejak pukul 10.00 pagi, menyebabkan longsor di dua titik. Beruntung tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil," jelas Plt Camat Tosari, Hendi Candra Wijaya.
Baca Juga: Akses Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibuka Dengan Sistem Buka Tutup
Longsor menutup sebagian jalan penghubung dua desa di Tosari, Pasuruan
Untuk longsor yang terjadi di jalan penghubung Desa Tosari dengan Desa Baledono, Hendi menyebut bahwa material longsor berasal dari tebing pinggir jalan. Tanah yang terbawa longsor sepanjang 17 meter, dengan tinggi 4 meter dan lebar 1,5 meter.
"Longsor itu mengakibatkan tanah penahan bangunan warung dan Pos Perhutani menimpa separuh jalan raya. Kendaraan roda dua dan empat masih bisa lewat," ujarnya.
Baca Juga: Material Batu Longsor, Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Kembali Ditutup
Namun, material longsor yang menutup jalan penghubung Desa Tosari dengan Desa Ngadiwono, membuat akses dua desa itu terputus. Karena semua jenis kendaraan tidak bisa melintas. Volume tanah yang longsor sepanjang 15 meter, tinggi 10 meter dan ketebalan 1,5 meter.
"Sampai saat ini (pukul 20.30 WIB), jalan penghubung Desa Tosari ke Desa Ngadiwono belum bisa dilewati kendaraan. Baik roda dua ataupun roda empat," tegas Hendi.
Editor : Narendra Bakrie