Selasa, 16 Jun 2026 11:29 WIB

Bupati Trenggalek Cek Lokasi Bencana Longsor dan Tanah Gerak

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat meninjau lokasi tanah gerak.(Foto: Diskominfo Trenggalek)
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat meninjau lokasi tanah gerak.(Foto: Diskominfo Trenggalek)

jatimnow.com - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin meninjau lokasi bencana longsor dan tanah gerak di Desa Timahan, Kecamatan Kampak. Total terdapat 13 KK yang terdampak tanah longsor dan tanah gerak. Jalan dan rumah warga terlihat mengalami retak-retak. Bahkan salah satu warga berinisiatif merobohkan rumahnya yang sudah doyong. Pemilik rumah takut bangunan rumahnya roboh mengenai bangunan warga yang lain.

Dari hasil mitigasi yang dilakukan Pemkab Trenggalek, terdapat 3 lokasi bencana tanah gerak dan longsor. Yakni di Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Desa Sumurup Kecamatan Bendungan dan Desa Timahan Kecamatan Kampak.

Baca Juga: Wabup Syah Serahkan Sapi Kurban Prabowo di Trenggalek, Dibeli dari Pogalan

Untuk Desa Pandean sebanyak 16 KK harus mengungsi. Sedangkan di Desa Sumurup sebanyak 37 rumah terdampak tanah gerak. Tempat tersebut juga dinyatakan tidak aman untuk dijadikan hunian dalam waktu lama.

"Solusi penanganannya dengan melakukan relokasi, " ujar bupati yang akrab dipanggil Mas Ipin ini, Selasa (25/10/2022).

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

Skema relokasi akan disiapkan pemerintah. Sejauh ini, pihak Pemkab sudah mendapatkan lampu hijau dari Pemprov Jatim untuk menggunakan lahan perkebunan yang dikelolanya. Meskipun begitu, Mas Ipin juga mendorong untuk mencari tanah pemajakan yang pemerintah bisa beli.

"Dengan begitu kami bisa siapkan relokasi yang lebih aman. Karena warga masyarakat sudah sangat resah di sini. Meskipun tidak hujan retakannya semakin lama juga semakin meluas," tuturnya.

Baca Juga: Hadiri Sarasehan, Pemkab Trenggalek Mengkaji Penerbitan Obligasi Daerah

Sebelumnya 16 KK di Desa Pandean, Dongko, terpaksa mengungsi karena kediamannya retak akibat tanah gerak. Kejadian tanah gerak di tempat ini terjadi menahun dan kembali bergerak di awal Oktober. Kejadian baru semakin parah, retakan dinding rumah semakin besar.

Selain di Pandean, di Dusun Pule, Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, bencana hidrometeorologi basah juga mengancam 37 rumah (51 KK). Sebelumnya 4 rumah pada Selasa (18/10) lalu rata dengan tanah akibat tersapu tanah longsor.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.