Sabtu, 20 Jun 2026 15:57 WIB

Hari ke-11 Ekskavasi Situs Mbah Blawu, Arkeolog Temukan Fragmen Batu Andesit

Temuan fragmen di lokasi ekskavasi situs Mbah Blawu di Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto.(Foto: Elok Aprianto)
Temuan fragmen di lokasi ekskavasi situs Mbah Blawu di Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto.(Foto: Elok Aprianto)

jatimnow.com - Ekskavasi hari ke-11, tim peneliti dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah XI Jawa Timur di situs Mbah Blawu Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto Jombang, menemukan fragmen atau potongan arca yang terbuat dari batuan andesit.

Arkeolog BPK Wilayah XI Jatim Pahadi yang memimpin ekskavasi mengatakan, Kamis (20/10) tim menemukan sebuah petunjuk lain berupa fragmen atau potongan arca yang terbuat dari batu andesit dengan ukuran cukup kecil, yakni 23 x 12,5 sentimeter.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Fragmen ini kecil sekali. Bentuknya bagian dada dan lengan atas yang terpotong atas bawahnya, kondisinya juga sangat aus," terangnya, Senin (24/10/2022).

Para peneliti belum mengetahui secara pasti fragmen yang ditemukan berbentuk arca apa dan berlatar agama apa. Namun, Pahadi menyebut bahwa temuan fragmen telah diamankan di ruang pamer di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang.

"Padahal jika ditemukan potongannya, paling tidak bisa jadi alat identifikasi awal orientasi keagamaan dari candi itu. Tapi karena tidak ada cerat ataupun penanda lain, otomatis tidak bisa kami menyimpulkan," bebernya.

Meski demikian, sambung Pahadi, segenap tim ekskavasi menyimpulkan situs ini berasal dari era sebelum kerajaan Majapahit. Hal itu berdasarkan bentuk struktur hingga bata penyusunnya.

"Secara karakteristik batu bata penyusunnya yang telanya 10-11 sentimeter, kami menduganya periode sebelum Majapahit," katanya.

Konstruksi itu juga ditemukan di banyak situs lain yang berasal dari masa pra-Majapahit. Kendati demikian, ia mengaku tak bisa memastikan era apa itu.

"Terlebih di lokasi tidak ditemukan prasasti, catatan ataupun pahatan juga goresan berangka tahun pada bagian candi. Sehingga belum diketahui apakah era Mpu Sindok, kami juga belum bisa memastikan. Karena untuk justifikasi periodesasi butuh penelitian lebih lanjut," paparnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Dari hasil ekskavasi bisa dipastikan bahwa struktur candi di Situs Mbah Blawu tampil dan dibangun sangat istimewa.

"Kami belum pernah menemukan struktur pola candi yang setiap sayap atau setiap sisinya memiliki bukaan keluar, menyerupai huruf T," jelasnya.

Saat ditanya sebelum hari terakhir ekskavasi yakni Selasa (25/10), berapa persen luas lahan yang terkupas dan sisi mana saja yang sudah terungkap, Pahadi mengaku proses ekskavasi sudah 100 persen. Struktur candi telah dibuka. Saat ini tim sedang merapikan bagian tepian saja.

"Seluruh struktur candi sisi Timur, Selatan, Barat, Utara dan tengah, seluruhnya sudah terbuka. Hingga kemarin, tim tak menemukan satupun bentukan trap tangga sebagai pintu masuk candi," ujarnya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Tidak ada tanda-tanda bangunan tangga masuk. Seluruh struktur pinggir yang menonjol keluar berujung buntu dengan kotak berbentuk huruf T, " tegasnya.

Untuk itu, Pahadi menyebut sangat kuat kemungkinan jika Situs Mbah Blawu adalah sebuah bangunan suci yang didesain tak dinaiki banyak orang laiknya bangunan suci lain.

"Kami menduga berdasar data yang ada, kemungkinan besar para umat memang melakukan pemujaan di bawah. Sementara yang naik hanya pemuka agamanya, itupun dengan bantuan alat, semisal tangga kayu atau lainnya," pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.