Sabtu, 20 Jun 2026 08:33 WIB

Jurnalis Malang Raya Gelar Aksi Tutup Mata dan Cuci Tangan, Sindir Siapa?

Sejumlah jurnalis di Malang Raya menggelar aksi tutup mata. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Sejumlah jurnalis di Malang Raya menggelar aksi tutup mata. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow - Tragedi Kanjuruhan yang berlarut-larut memantik reaksi sejumlah pihak. Kali ini sejumlah jurnalis Malang Raya (JMR) melakukan aksi tutup mata dan cuci tangan di Stadion Gajayana, Jumat (21/10/2022).

Aksi yang dilakukan sejumlah pewarta ini sebagai bentuk solidaritas atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, pada 1 Oktober 2022 silam.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Perwakilan JM, Tutus Sugiarto mengatakan bahwa para jurnalis menyindir beberapa pihak yang seharusnya bertanggung jawab.

"Tutup mata artinya sindiran kepada mereka yang pura-pura tidak melihat, apa yang sudah terjadi. Lalu cuci tangan sebagai bentuk ada yang pura-pura tak tersangkut dalam persoalan ini," kata Tutus di sela aksi.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

JMR juga akan menggelar aksi amal untuk korban tragedi yang merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa. Rencananya, hasil amal itu akan diprioritaskan kepada korban yang belum tersentuh bantuan.

“Kita koordinasikan idealnya diberi kepada korban atau melalui yang lain, seperti Arema FC. Ini kan komunitas, gak bisa diputuskan satu pihak,” imbuhnya.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Para jurnalis yang terhimpun dalam komunitas tersebut akan berfokus pada usut tuntas kasus Tragedi Kanjuruhan. Komunitas ini juga ikut mengawal segala proses hukum yang saat ini sedang berjalan.

“Di sini kami banyak media, mulai online, cetak sampai TV. Selama liputan kami mendampingi tim pencari fakta, lalu KontraS. Kita backup teman-teman, selanjutnya kita publikasikan hasil terbaru temuan dari mereka,” tutupnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.