Minggu, 21 Jun 2026 13:32 WIB

Warga Kota Mojokerto Geger, Dikira Biawak Ternyata Buaya

Buaya yang ditangkap warga di Kota Mojokerto. (Foto-foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Buaya yang ditangkap warga di Kota Mojokerto. (Foto-foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seekor buaya ditemukan dan ditangkap warga di Lingkungan Sumolepen RT 3 RW 4, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Buaya dengan panjang sekitar 1,2 meter itu pertama kali ditemukan di pinggir selokan berdiameter 2 meter oleh Musrifin (60) pada Selasa (18/10/2022) sore.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Buaya itu membuat gempar warga sekitar karena daerah penemuannya berada di tengah kota yang agak jauh dengan sungai.

"Awalnya saya kira itu nyambek (biawak) saya panggil teman-teman, lalu muncul kuncung (moncong). Saya teriak itu buaya awas bahaya," kata Musrifin, Jumat (21/10/2022).

Ia menambahkan, kemungkinan besar buaya itu hanyut aliran selokan dari arah barat. Saat ditemukan, kondisi selokan penuh dengan air karena bersamaan situasi turun hujan gerimis.

"Airnya peres (penuh) kan waktu itu hujan. Lalu warga berinisiatif menangkap buaya itu karena banyak anak kecil dan warga merasa takut. Terbawa arus dari barat lalu ke timur. Warga takut karena gak pernah lihat buaya," tukasnya.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Sementara itu, orang yang penangkap buaya, Muhammad Purwanto menjelaskan, buaya itu sudah ditangkap tiga hari lalu dan saat ini dimasukkan ke akuarium.

"Saat hujan, saya dibilang sama Pak Musrifin kalau ada buaya. Banyak yang coba menangkap, saya tidak tahu jenis buayanya. Kemungkinan buaya itu hanyut, saya rawat sudah tiga hari," ungkap pria yang disapa Ghofur ini.

Baca Juga: Anak Buaya Nyasar ke Permukiman Warga Ringinrejo Kediri

Menurut Ghofur, warga mulai mencoba menangkap sejak pukul 19.00 WIB dan berhasil ditangkap pukul 23.00 WIB setelah ditunggu keluar dari gorong-gorong.

"Waktu ditangkap tidak ngamuk. Saya gak tahu itu hanyut darimana atau punya orang lepas. Kata orang-orang sebelumnya anak kecil pernah melihat buaya itu, ya tidak apa-apa kalau dijual," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.