Kamis, 18 Jun 2026 07:44 WIB

Cerita Mantan Debt Collector yang Kini Jualan Pentol, Omzet Rp45 Juta Per Bulan

Andris Tri Widodo dibantu karyawannya saat melayani pembeli (Foto-foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Andris Tri Widodo dibantu karyawannya saat melayani pembeli (Foto-foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

jatimnow.com - Meski menjadi penjual pentol tepi jalan di Kota Madiun, Andris Tri Widodo bisa mengantongi omzet hingga Rp3 juta per hari.

Sehari-hari, Andris membuka lapak pentolnya di Jalan Wonosari, Kota Madiun. Pria berusia 46 tahun itu dibantu satu orang karyawan.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

Untuk memanjakan pelanggan, Andris menyediakan 11 varian pentol berukuran kecil hingga jumbo.

Pentol jumbo yang dijualnya tersedia isian telur bebek dan telur ayam. Sedangkan yang kecil ada isian telur puyuh, ayam dower, keju mozarela, jamur, sosis. Juga tersedia pentol urat, kasar dan halus.

Sementara saos yang disediakan juga bermacam-macam, mulai saos tomat, saos sambel hingga saos kacang.

"Kalau omzet Rp3 juta sehari atau Rp45 juta per bulan," ujar Andris saat ditemui di lapaknya, Kamis (20/10/2022).

Sebelum berjualan pentol, Andris 11 tahun menjadi seorang debt collector salah satu finance, yang bertugas menarik kendaraan macet kredit.

"11 tahun. Lama-lama tidak tega melihat orang-orang itu menangis," ungkapnya.

Baca Juga: Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat

Keinginannya untuk membuka usaha sendiri itu diawali saat dirinya bertugas di Tabanan, Bali. Saat masih menjadi debt collector di sana, dia ketemu penjual pentol dengan banyak varian. Begitu pula saat tugas di Gresik, dia mendapati pentol varian seafood.

Pentol yang dijual di lapak mantan debt collector asal Kota MadiunPentol yang dijual di lapak mantan debt collector asal Kota Madiun

Andris pun pensiun menjadi debt collector lalu balik ke Kota Madiun untuk membangun usahanya itu. Saat itu, dia mengantongi modal awal Rp5 juta dari hasil hutang. Setelah usahanya berjalan, hutang itu lunas hanya dalam dua bulan.

Dia bercerita bahwa membangun usaha pentolnya penuh perjuangan. Awal berjualan, dia bahkan gagal 10 kali saat membuat pentol, baik bentuk maupun teksturnya.

Baca Juga: Beli Cash Rp 1,3 M, Mobil Mewah Warga Surabaya Malah Mau Dirampas DC

"Saat itu setiap harinya saya kehilangan 4 kilogram daging sapi. Rugi banyak sekali. Bahkan sempat ingin kembali bekerja ke finance lagi," kenangnya.

Kegigihan Andris akhirnya terbayar. Kini pembelinya semakin ramai. Sejak mulai buka pukul 10.00 hingga 19.00 WIB, lapaknya tidak pernah sepi pembeli.

"Awalnya memang sepi, tetapi lama-lama juga ramai. Saat ini saya menghabiskan daging sapi 15 kilogram per hari," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.