Jumat, 19 Jun 2026 17:41 WIB

Upaya Kang Giri Ciptakan Pesantren Ramah Anak di Ponorogo

Sugiri Sancoko di Ponpes KH Syamsuddin Durisawo, Kelurahan Nologaten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Kamis (20/10/2022). (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Sugiri Sancoko di Ponpes KH Syamsuddin Durisawo, Kelurahan Nologaten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Kamis (20/10/2022). (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko melakukan kunjungan keliling pondok pesantren. Ini dilakukan demi menciptakan iklim pesantren ramah anak di Bumi Reog.

Orang nomor satu ini ingin semuah pihak saling mengingatkan dan melakukan edukasi. Terutama untuk mencegah tindak kekerasan terhadap anak ataupun santri.

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

“Kita saling mengingatkan agar jangan sampai terjadi kekerasan ke anak apapun (bentuknya). Kita sharing bersama-sama bagaimana merumuskannya," ujar Kang Giri, sapaan akrabnya, Kamis (20/10/2022)

Ketika santri, kata dia, bisa belajar dengan nyaman tanpa rasa takut. Tentu saja pesantren bisa mencetak santri-santri yang berakhlak baik dan juga pintar.

“Kami telah menggandeng sejumlah pihak untuk membentuk iklim pesantren ramah anak tersebut,” kata Kang Giri di Ponpes KH Syamsuddin Durisawo, Kelurahan Nologaten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.

Pihak yang digandeng tersebut yang pertama adalah dari pesantren atau Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI), lalu Kemenag, hingga kepolisian.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Giri juga memastikan saat ini hak sehat dan kesejahteraan santri sangat diperhatikan. Contohnya adalah protein nabati santri terpenuhi dari tempe dan tahu, serta sayuran. Sedangkan protein hewani juga diberikan secara berkala baik itu telur maupun daging ayam.

Hal lain, Kang Giri juga memastikan bahwa para santri tidak hanya terpenuhi hak pendidikannya tapi juga terpenuhi hak berkegiatan seni dan budaya.

"Kita tidak saling intervensi nilai. Biarkan berjalan seiring antara santri dan budaya karena masing-masing pesantren punya kultur pakem tersendiri. Inilah kota santri dan budaya," jelas mantan anggota DPRD Provinsi Jatim ini.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

Sementara itu, Kasi Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Ponorogo, Ayub Ahdiansyam mengatakan ada sejumlah indikator yang bisa menentukan pesantren ramah anak.

"Tidak adanya diskriminasi santri. Juga terpenuhinya hak perkembangan dan kelangsungan hidup anak, adanya partisipasi aktif mendengarkan suara anak, hingga tidak ada kekerasan terhadap anak,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.