Minggu, 14 Jun 2026 19:01 WIB

Ponorogo 2 Hari Diterjang Banjir dan Tanah Longsor, Ini Rincian Data BPBD

Ilustrasi longsor menimpa rumah di Ponorogo (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Ilustrasi longsor menimpa rumah di Ponorogo (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo telah mendata kerugian akibat bencana yang menerjang di Bumi Reog, Selasa (18/10/2022) lalu. Banjir dan tanah longsor terjadi selama dua hari.

Data dari BPBD Ponorogo, total ada 36 kejadian yang diakibatkan oleh perubahan cuaca ekstrem tersebut. Untuk luapan air, banjir menerjang di Kecamatan Kauman, Mlarak, Jetis, Sambit dan Siman.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Sementara untuk tanah longsor terjadi di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Sawoo, Pulung dan Sooko.

“Yang kelas karena hujan seharian. Dari malam hingga paginya,” ujar Kalaksa BPBD Ponorogo Henry Indrawardana, Kamis (20/10/2022).

Henry menceritakan bahwa dampak dari bencana tanah longsor yang terjadi pada haru Selasa (18/10) lalu itu, menyebabkan rusaknya 56 rumah. Tingkat kerusakannya bervariasi, ada yang ringan, sedang dan berat.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Dari jumlah rumah yang rusak itu, tertinggi terjadi di Kecamatan Sawoo dengan 37 rumah rusak akibat tanah longsor tersebut. Sawoo sendiri ada empat desa menyebar yang diterjang longsor.

"Desa Pangkal, Seiti, Tumpakpelem dan Tempuran. Di Desa Tempuran ada 32 rumah yang terdampak akibat tanah longsor," katanya.

Selain rumah, juga ada akses jalan. Ada enam jalan yang berdampak. Lima diantaranya di Kecamatan Sawoo. Paling parah di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung ada yang terisolir.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Inventarisir dan penanganan pascabencana masih dilakukan oleh BPBD Ponorogo. Henry menyebut bahwa pihaknya hingga saat ini masih menghitung dampak kerugian material yang ditimbulkan dari bencana banjir atau tanah longsor yang terjadi pada hari Selasa lalu itu.

"Ini masih melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menghitung kerugian material yang ditimbulkan dari bencana yang terjadi pada hari Selasa lalu itu," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.