Kamis, 18 Jun 2026 17:12 WIB

Waspada! Debit Air Brantas di Jombang Naik, Perahu Penyeberangan ke Nganjuk Off

Debit air Sungai Brantas wilayah Jombang meninggi. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Debit air Sungai Brantas wilayah Jombang meninggi. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Intensitas hujan yang cukup tinggi membuat debit air di Sungai Brantas naik. Hal ini membuat aktivitas jasa penyeberangan perahu di Desa Megaluh, Kecamatan Megaluh, Jombang ditutup pada Selasa (18/10/2022).

Dampak dari penutupan penyebarangan tersebut, warga yang hendak ke Kabupaten Nganjuk ke Jombang maupun sebaliknya, lumpuh total.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Menurut keterangan Sutiyo (35) warga Desa Munung, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, kondisi debit air yang tinggi ini terjadi sejak kemarin malam sekitar pukul 8.00 WIB. Atas kondisi ini, ia mengaku tidak bisa pulang ke rumah, karena penyebrangan perahu ditutup.

"Kondisinya itu banjir mas, gak bisa dilewati. Gak ada perahu yang bergerak. Sementara ya nunggu, banyak juga yang balik karena ditutup," ungkapnya.

Terlihat, sejumlah pengguna jasa perahu penyeberangan rata-rata orang bekerja dan sekolah, mereka terpaksa harus kembali untuk mencari jalan lain agar bisa sampai di tempat tujuan.

Baca Juga: Pencari Ikan yang Tenggelam di Sungai Brantas Tulungagung Ditemukan Tewas

Tak hanya debit air yang meninggi, aliran air Sungai Brantas juga cukup deras untuk diseberangi. Bahkan, sejumlah dermaga yang biasa dipakai perahu bersandar, juga nampak kebanjiran.

Polisi melakukan sosialisasi terhadap masyarakat. Polisi melakukan sosialisasi terhadap masyarakat.

Aiptu Slamet Riyadi, anggota Polsek Megaluh, mengatakan aparat dari Polsek yang bertugas diterjunkan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Warga Tulungagung Hilang saat Berburu Ikan Mabuk di Sungai Brantas

Ia menyebut, debit air kembali normal, perahu penyebarangan yang menghubungkan Jombang dan Nganjuk ini akan bisa beroperasi dengan normal.

"Ini akibat banjir di Blitar. Kita pantau untuk melihat debit airnya untuk antisipasi dan termasuk tambangan tambangan perahu ini kita ngasih masukan masyarakat apabila banjir masih meluap lebih baik menjaga keselamatan lebih baik putar," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.