Sabtu, 20 Jun 2026 01:24 WIB

Peneliti Temukan Tengkorak Kepala Manusia di Situs Mbah Blawu

Temuan tengkorak kepala manusia yang ada di sisi Barat daya situs Mbah Blawu, Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto.(Foto: Elok Aprianto)
Temuan tengkorak kepala manusia yang ada di sisi Barat daya situs Mbah Blawu, Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto.(Foto: Elok Aprianto)

jatimnow.com - Ekskavasi tahap dua hari ke-7 yang dilakukan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah XI Jawa Timur di situs Mbah Blawu di Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, peneliti menemukan tengkorak kepala manusia.

Koordinator ekskavasi BPK wilayah XI Jatim Pahadi membenarkan adanya temuan tengkorak kepala manusia. Tengkorak kepala manusia ditemukan pada Sabtu (15/10/2022) lalu.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Tengkorak manusia, ada di sisi Barat. Hanya kepala saja," ungkapnya, Senin (17/10/2022).

Lebih lanjut, Pahadi mengaku belum mengetahui secara pasti apakah tengkorak kepala manusia itu ada hubungannya dengan situs atau tidak. Sebab tengkorak kepala manusia itu masih baru.

"Kami belum tahu juga, karena itu posisinya juga baru. Tidak ada hubungan dengan struktur ini, tidak ada hubungan. Tidak ada juga hubungan dengan periodesasi," katanya.

Ia memastikan tengkorak kepala manusia temuan peneliti kondisinya masih baru. Sebab ada kerusakan struktur di sekitar temuan tengkorak.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Dari rusaknya struktur itu, jadi struktur sudah dirusak. Jadi kami justifikasi jika tengkorak itu baru. Posisinya ada di dalam bukaan struktur yang berbentuk T," bebernya.

Selain temuan tengkorak kepala manusia, tim peneliti juga menemukan batu tempat menaruh pripih candi yang ada di tengah sumuran. Meski begitu, Pahadi menyatakan peripih candi sudah hilang dicuri orang.

"Peripihnya itu hilang, hilangnya diambil orang. Karena ada lubang pada dinding sumuran. Terdapat lubang di sisi timur dan barat itu sudah rusak, seperti ada lubang," ucapnya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Lubang pada sumuran itu biasanya digunakan orang untuk menjarah peripih. Ya bahasanya biasanya digangsir di kiri dan kanan. Rata-rata memang begitu caranya menjarah peripih," sambungnya.

Dalam ekskavasi tahap dua di situs Mbah Blawu, tim telah mengupas tanah seluas 300 meter.

"Kalau sekarang sudah tiga per empat sudah terkupas, sekitar 300 meter persegi, sudah mencapai 70 persen luas lahan yang terkupas. Harapannya dalam minggu ini sudah selesai terkupas seratus persen," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.