Sabtu, 20 Jun 2026 15:27 WIB

Ribuan Warga Desa Sitiarjo Terendam Banjir, 155 Korban Lansia

Dampak banjir bandang di Kabupaten Malang. (Foto-foto: BPBD Kab. Malang to Jatimnow.com)
Dampak banjir bandang di Kabupaten Malang. (Foto-foto: BPBD Kab. Malang to Jatimnow.com)

jatimnow.com - Hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu 15 Oktober 2022 menyebabkan banjir di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Tercatat ada 533 KK dengan jumlah 1.448 jiwa yang terdampak banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Muhammad Nur Fuad Fauzi mengakui hal tersebut. Banjir membuat Sungai Penguluran meluap, selain itu juga karena ombak di Laut Selatan sedang tinggi, sehingga air sungai meluap ke daratan.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Secara rinci ada 713 jiwa perempuan dan 685 merupakan laki-laki, lalu lansia 155 orang, lalu bayi dan balita 51 orang, ibu hamil 4 orang," jelasnya, Senin (17/10/2022).

Sekarang personel gabungan dari BPBD, relawan dan pihak terkait masih melakukan upaya evakuasi sekaligus pembersihan. Lalu, Pemerintah Kabupaten Malang langsung bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak serta penyaluran air bersih.

Bupati Malang H M. Sanusi mengatakan pihaknya sudah menyediakan bantuan sembako bagi korban terdampak banjir dan air bersih untuk minum dan kebutuhan masak.

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

"Air bersih akan dipasok setiap hari sebab sumur di rumah-rumah warga masih kotor akibat terendam air banjir. Selain itu juga ada posko kesehatan darurat bagi warga terdampak," tegasnya.

Air bersih dikatakan Sanusi merupakan salah satu yang terpenting ditangani. Sebab sumur di rumah-rumah warga banyak yang kondisinya kotor karena terendam lumpur.

"Dinas Kesehatan juga harus cek kondisi kesehatan warga yang terdampak. Jika ada yang sakit langsung ditangani," pesannya.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Turun Percepat Penanganan Dampak Banjir Pasuruan

Soal penanganan dini dan kesiapsiagaan warga, Sanusi sudah cukup bagus dalam tanggap darurat. Itu karena banjir di wilayah tersebut kerap terjadi, bahkan setiap tahun.

"Warga punya mesin penyedot air sendiri-sendiri. Prinsipnya saat ini penanganan lanjutan adalah bersih-bersih," terangnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.