Senin, 15 Jun 2026 19:25 WIB

Tragedi Kanjuruhan Lebih Mengerikan dari Video di Medsos

Sejumlah orang dievakuasi dari stadion saat tragedi Kanjuruhan terjadi (Foto: Dok. jatimnow.com)
Sejumlah orang dievakuasi dari stadion saat tragedi Kanjuruhan terjadi (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Rekaman CCTV dalam insiden di Stadion Kanjuruhan, Malang disebut lebih mengerikan dari video yang beredar di media sosial (medsos).

Hal itu terungkap dari investigasi yang dilakukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

Baca Juga: Arema FC Kecewa, Merasa Dirugikan Harus Jamu Persebaya Surabaya di Bali

"Fakta yang kami temukan, korban yang jatuh itu, proses jatuhnya korban jauh lebih mengerikan dari yang beredar di televisi maupun di medsos," ujar Ketum Tim TGIPF, Mahfud MD melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden seperti dilihat jatimnow.com, Jumat (14/10/2022).

Menurut Mahfud, ada 32 rekaman CCTV yang telah dikantongi TGIPF, mulai jatuh bangunnya korban hingga meninggal, semua terekam jelas. Dia mengatakan, mayoritas meninggalnya korban akibat saling berdesakan di pintu keluar.

"Ada yang saling gandengan untuk keluar bersama, yang satu bisa keluar, yang satu tertinggal. Yang di luar masuk lagi untuk menarik temannya, terinjak-injak, lalu meninggal," ungkap dia.

Baca Juga: Izin Laga Arema vs Persebaya di Kanjuruhan Diputuskan Pekan Depan

Beberapa rekaman CCTV juga menjelaskan bahwa suporter Arema FC itu sempat saling membantu temannya dengan alat pernafasan. Karena dari dalam stadion telah penuh dengan gas air mata.

"Ada juga yang memberi bantuan pernafasan, karena satunya sudah tidak bisa lagi bernafas. Yang membantu kena semprot juga, meninggal. Itu ada di situ, di CCTV," sambung Menkopolhukam RI tersebut.

Baca Juga: Laga Arema FC Vs Persebaya Digelar di Kanjuruhan, Panpel: Jadi “Penyembuh” Luka

Dari video rekaman CCTV itu, Mahfud menegaskan jika tragedi Kanjuruhan sepenuhnya merupakan kelalaian. Bahkan ia menyebut jika PSSI wajib memenuhi tanggung jawab.

"Pengurus PSSI harus bertanggung jawab beserta sub-sub organisasinya," tegas Mahfud

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.