Rabu, 17 Jun 2026 10:27 WIB

Puluhan Rumah di Tulungagung Retak Akibat Longsor, Warga Mengungsi

Warga saat mengungsi di kantor kecamatan (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Warga saat mengungsi di kantor kecamatan (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan rumah dalam dua desa di Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung mengalami retak akibat longsor.

Warga mengungsi ke rumah saudaranya atau ke kantor kecamatan untuk sementara waktu. Mereka takut rumah mereka ambruk karena retakan masih terus terjadi.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Plt Camat Tanggunggunung, Heru Junianto mengatakan, rumah yang retak ini terdapat di Desa Tanggunggunung dan Ngepoh. Untuk di Desa Tanggunggunung terdapat 53 rumah retak dan di Desa Ngepoh 8 rumah. Kondisi paling parah terjadi di 11 rumah.

"Untuk warga yang mengungsi di rumah dinas Kecamatan Tanggunggunung ada sekitar 9 kepala keluarga atau 24 jiwa. Sedangkan warga lain mengungsi di rumah saudaranya. Rumah warga yang mengalami retakan, akan ditinggalkan ketika malam hari atau ketika turun hujan," ujar Heru, Kamis (13/10/2022).

Heru menjelaskan, retakan ini mulai terjadi sejak Minggu (9/10/2022). Munculnya retakan di rumah warga dipicu curah hujan yang tinggi, sehingga menyebabkan longsor di dekat pemukiman warga.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Retakan rumah warga di Desa TanggunggunungRetakan rumah warga di Desa Tanggunggunung

"Jadi setelah terjadi longsor, membuat tanah yang berada di pemukiman warga bergerak dan amblas ke bawah. Sehingga membuat pondasi dan dinding rumah warga mengalami retakan," tambah Heru.

Sementara Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo yang meninjau lokasi menerangkan, dirinya akan mengirim tim untuk menganalisa struktur tanah tersebut.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Analisa diperlukan untuk mengetahui apakah masih bisa dijadikan sebagai lokasi hunian atau tidak. Jika masih bisa, tim itu akan membantu proses renovasi rumah warga.

"Jika tidak berarti harus ada opsi relokasi," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.