Selasa, 16 Jun 2026 23:15 WIB

Kenduri 5000 Layah di Mojokerto, Gus Muwafiq: Ini Maulidan Asli

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama suami beserta Gus Muwafiq. (Foto-foto: Bejo for jatimnow.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama suami beserta Gus Muwafiq. (Foto-foto: Bejo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kenduri 5000 layah yang dirangkai dalam perayaaan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar oleh Pemkot Mojokerto di Lapangan Raden Wijaya, Surodinawan.

Kegiatan tahunan yang sempat jeda karena pandemi Covid-19 ini membuat ribuan warga hadir dengan memakai baju muslim dengan membawa membawa layah atau cobek berisikan nasi tumpeng serta buah.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Acara yang mengusung tema 'Gema Maulid' ini juga diisi dengan istigasah, selawat Nabi dan tahlil kubro bersama Muslimat NU Kota Mojokerto.

"Sejak siang sudah rawuh, berkumpul, melantunkan tahlil, istigasah, selawat, tiada lain hanya ingin mendapatkan keberkahan dalam peringatan maulidur rasul ini," kata Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat sambutan, Selasa (11/10/2022).

Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, menambahkan Gema Maulid 5000 layah ini juga sebagai wujud melestarikan budaya yang diyakini sudah ada sejak zaman Majapahit, yang kental dengan corak agama Hindu.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Pada masa itu, terdapat sebuah tradisi yaitu membuat sesajen yang diletakkan di layah atau tembikar, berisi bermacam-macam hasil bumi masyarakat.

"Hari ini budaya itu masih lestari, dan kita jadikan festival 5000 layah, dengan niat berbeda yaitu sedakah, untuk kebersamaan dan keharmonisan seluruh umat Islam di Kota Mojokerto," tegasnya

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Sementara itu, Gus Muwafiq dalam tausiahnya memberikan apresiasi atas terselenggaranya event peringatan Maulid Nabi oleh Pemkot Mojokerto.

"Mauludan yang asli itu ya yang seperti ini, bawa layah dan makan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.