Senin, 22 Jun 2026 06:39 WIB

Panpel Arema FC Tuntut Ketum PSSI Ikut Tanggungjawab dalam Tragedi Kanjuruhan

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Selasa, 11 Okt 2022 17:02 WIB
Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris didampingi dua kuasa hukumnya saat datang ke Polda Jatim (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris didampingi dua kuasa hukumnya saat datang ke Polda Jatim (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketua Panitia Penyelenggara (Panpel) Arema FC Abdul Haris, melalui dua kuasa hukumnya Taufik Hidayat dan Sumardan mendesak polisi mengusut tuntas kasus tragedi Kanjuruhan.

Mereka juga menuntut Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule ikut bertanggung jawab atas tragedi yang menewaskan 131 orang itu.

Baca Juga: Arema FC Kecewa, Merasa Dirugikan Harus Jamu Persebaya Surabaya di Bali

"Panpel kan banyak yang terlibat, itu harus juga bertanggung jawab, terutama Ketua PSSI. Jangan hanya saat klub ini menang dia beri piala, dia dapat nama. Jadi posisi klub ada masalah dia bertanggung jawab secara hukum," tegas Taufik, kepada wartawan di Mapolda Jatim, Selasa (11/10/2022).

Dia menjelaskan bahwa fakta di lapangan, Aremania-julukan bagi supporter Arema FC banyak yang meninggal dunia dan luka-luka, disebabkan gas air mata yang ditembakkan polisi.

"Kita kan tidak tahu apakah gas air mata itu memang murni gas air mata atau ada efek lainnya. Kan itu untuk kepentingan ke depan juga," jelas Taufik.

Menurutnya, jika komponen dari gas air mata diketahui dapat menjadi dasar pengusutan kasus tersebut ke depan.

Baca Juga: Izin Laga Arema vs Persebaya di Kanjuruhan Diputuskan Pekan Depan

"Kita ingin lihat persamaan hukum dalam menegakkan keadilan. Kalau masih ada pelaku lain, maka segera diusut tuntas," tegasnya.

"Ingat, Pak Haris ini untuk masalah keamanan sudah minta ke negara bahkan yang mengeluarkan rekomendasi itu Kapolda dan Kapolres. Ingat juga bahwa pertandingan sudah selesai dan terjadi penembakan gas air mata bukan saat pertandingan dilakukan," tandas Taufik.

Abdul Haris, Panpel Arema FC itu hadir memenuhi panggilan penyidik Polda Jatim untuk dilakukan pemeriksaan pada Selasa (11/10/2022) pagi.

Baca Juga: Laga Arema FC Vs Persebaya Digelar di Kanjuruhan, Panpel: Jadi “Penyembuh” Luka

Dia datang bersama Koordinator Security Officer (SO) Suko Sutrisno.

Sebenarnya, selain keduanya, penyidik juga telah memanggil tiga anggota polisi yang juga sudah ditetapkan tersangka. Mereka yakni Kabagops Polres Malang, Danki 3 Sat Brimob Polda Jatim dan Kasat Samapta Polres Malang.

Meski hari ini datang, tapi proses pemeriksaan diminta untuk diundur. Sebab ketiga polisi itu belum mempunyai kuasa hukum untuk pendampingan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.