Minggu, 21 Jun 2026 13:40 WIB

Ketua Panpel Arema Desak Polisi Lakukan Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Selasa, 11 Okt 2022 16:09 WIB
Taufik Hidayat, Kuasa Hukum Ketua Panpel Arema, Abdul Haris saat memberikan keterangan kepada wartawan di Polda Jatim. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Taufik Hidayat, Kuasa Hukum Ketua Panpel Arema, Abdul Haris saat memberikan keterangan kepada wartawan di Polda Jatim. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketua Panitia Penyelenggara (Panpel) Arema FC, Abdul Haris bersama Security Officer (SO), Suko Sutrisno hingga kini masih terus diperiksa intensif di Mapolda Jatim usai jadi tersangka dalam tragedi Kanjuruhan.

Taufik Hidayat, Kuasa Hukum Abdul Haris ditemui saat istirahat menegaskan bahwa kliennya itu memenuhi panggilan Polda Jatim untuk tahap pemeriksaan.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

"Dipanggil untuk pemeriksaan. Kami juga mendesak aparat kepolisian melakukan autopsi terhadap ratusan orang yang meninggal saat tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Usut tuntas semua, biar clear semua harus diketahui penyebabnya," tegasnya mewakili kliennya, Selasa (11/10/2022).

Taufik mengungkapkan, saat kejadian sesuai standar operasional prosedur (SOP), bahwa kliennya itu telah memerintahkan seluruh petugas untuk membuka pintu stadion 15 menit sebelum pertandingan usai.

"Pintu dibuka itu sesuai standar tidak ada yang ditutup, dan itu harus dibuktikan dengan membuka CCTV. Tidak ada (yang menyuruh menutup) tidak ada perintah untuk tutup," jelasnya.

Menurut dia, autopsi juga harus dilakukan, untuk mengetahui penyebab kematian korban. Selain juga untuk mengetahui sakit yang diderita korban selamat.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya Oleh Oknum Aremania Berakhir Damai

"Karena untuk para korban masih menderita sakit. Ada yang matanya masih sakit, ada yang masih sesak," ujarnya.

Taufik menyatakan saat kejadian ada gas air mata yang ditembakkan. Gas air mata tersebut, lanjutnya, jumlahnya bermacam-macam.

"Gas air mata itu kan jumlahnya bermacam-macam, itu bisa dideteksi dan ditemukan di lapangan. Kita ingin tahu dan diusut tuntas," tegasnya.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Dia menandaskan proses hukum yang kini dijalani kliennya tersebut merupakan sebagai tanggung jawabnya di Arema.

"Semoga semua segera dilancarkan, diusut sampai tuntas siapa yang melakukan karena ini tragedi kemanusiaan. Saya mohon kepada semuanya kepada pihak terkait agar segera diusut tuntas," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.