Rabu, 17 Jun 2026 13:13 WIB

Polisi Lakukan Ini saat Pergoki Siswa SMP Naik Motor ke Sekolah

Polisi saat melakukan Operasi Zebra Semeru dan memberikan sosialisasi pelarangan naik motor ke siswa. (For: Nor for jatimnow.com)
Polisi saat melakukan Operasi Zebra Semeru dan memberikan sosialisasi pelarangan naik motor ke siswa. (For: Nor for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 30 pelajar SMP Negeri 2 Kota Mojokerto ketahuan mengendarai motor sekolah, Kamis (6/10/2022). Mereka kemudian dibariskan dan diberi edukasi dan sosialisasi.

Hal ini dilakukan dalam rangka Operasi Zebra Semeru 2022 karena banyak pelajar di bawah umur yang mengendarai motor ke sekolah dan menjadi atensi serius pihak kepolisian.

Baca Juga: STB Gandeng Muhammadiyah Jatim, 500 Siswa Bakal Belajar ke Singapura

"Kita memberikan edukasi dan pemahaman tertib berlalu lintas. Dan peraturan usia yang berhak dan diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor. Dan kita lihat siswa di SMPN 2 ini, sekitar 30 pelajar yang dijumpai ke sekolah mengendarai sepeda motor," kata Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota AKP Heru Sudjio.

Ia menambahkan, pihak sekolah sudah melakukan sosialisasi pelarangan siswa membawa motor saat ke sekolah. Tetapi masih banyak siswa atau siswi yang mengendarai motor.

"Kita lakukan pembinaan dengan pemahaman dulu, kenapa mereka mengendarai motor dan apa risikonya karena usia dini ini rawan kecelakaan lalu lintas," ungkap Heru.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Menurut Heru, para siswa diminta menandatangani surat pernyataan tak lagi mengendarai sepeda motor ke sekolah maupun ke luar rumah. Sebab masih di bawah umur dan belum memiliki surat izin mengemudi (SIM).

"Selanjutnya akan kita datangkan orang tuanya agar tidak terjadi lagi. Mata rantai seperti ini harus kita putus karena kalau terjadi kecelakaan risikonya sangat tinggi," tegasnya.

Baca Juga: IGRA dan Faber-Castell Ajak Pelajar Kediri Lomba Mewarnai dengan Sentuhan Teknologi

Selanjutnya, pihak Satlantas Polres Mojokerto Kota akan berkoodinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah setempat karena masih banyak pelajar yang nekat mengendarai motor meskipun sudah jelas dilarang.

"Mungkin solusinya melalui angkutan sekolah atau ojek online nanti akan kita bicarakan bersama," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.