Kamis, 18 Jun 2026 10:03 WIB

BPBD Siaga 24 Jam untuk Waspadai Pohon Tumbang Saat Pancaroba

Kepala BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh.(Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Kepala BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh.(Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri mewaspadai potensi bencana di tengah pancaroba atau peralihan musim. Petugas siaga 24 jam dengan kekuatan dan peralatan kerja lengkap.

Kepala BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh mengatakan, pancaroba sering kali ditandai dengan curah hujan tinggi disertai angin kencang yang mengakibat sejumlah potensi bencana. Seperti pohon tumbang dan genangan air di beberapa ruas jalan.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

"Di musim pancaroba ini kami wajib mewaspadai terkait cuaca ekstrem yang secara tiba-tiba bisa saja terjadi. Mulai awalnya cuana panas dan tiba-tiba turun hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang," kata Indun Munawaroh, Kamis (6/10/2022).

BPBD juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengantisipasi potensi bencana. Di antaranya memotong ranting pohon-pohon besar di pinggir jalan yang memiliki risiko tumbang karena bahaya pada pengguna jalan.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

Indun Munawaroh menambahkan, pihaknya memiliki kekuatan yang siaga 24 jam. 15 Orang secara sift terus memonitor lewat layar besar dan komunikasi dengan petugas lapangan.

Petugas BPBD juga didukung peralatan penanganan bencana yang lengkap. Seperti senso, pompa air alkon, pompa apung, motor trail rescue hingga mobil rescue.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

Musim hujan diprediksi mulai terjadi bulan ini. Puncaknya akan terjadi pada November 2022 hingga Februari 2023.

“Kami akan terus bersiaga untuk hal-hal kemungkinan darurat bencana yang bakal terjadi,” tandasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.