Minggu, 21 Jun 2026 10:17 WIB

Makam Buyut Nodi, Disebut Sering Didatangi Pejabat yang Ingin Naik Pangkat

Makam Buyut Nodi yang ada di Desa Made, Kecamatan Kudu, Jombang. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Makam Buyut Nodi yang ada di Desa Made, Kecamatan Kudu, Jombang. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tak jauh lokasinya dari wisata Sendang Made, yang ada di Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, terdapat sebuah makam umum. Diantara makam tersebut terdapat makam kuno, yang dikenal dengan makam Buyut Nodi.

Warga setempat meyakini makam Buyut Nodi adalah makam keramat. Tak hanya itu, banyak para pejabat yang mendatangi makam tersebut, untuk meminta pangkat.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Dampri, juru kunci makam mengatakan makam tersebut merupakan makam sesepuh desa yang sangat dihormati karena kesaktiannya. Ia menjelaskan, di dalam bangunan mirip rumah itu, ada dua makam, salah satunya merupakan makam Buyut Nodi. 

"Dulu ada sesepuh desa beliau memang dulu sakti dan suka menolong. Makam satunya ini merupakan suaminya," ungkapnya, Rabu (5/10/2022).

Ia menjelaskan sebelum meninggal Buyut Nodi berpesan kepada masyarakat. Apabila dirinya meninggal masyarakat tetap bisa meminta pertolongan pada dirinya.

"Dari perkataan itu, masyatakat jadi sering meminta tolong ke Buyut Nodi," paparnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Seiring perkembangan zaman, saat ini tidak hanya warga sekitar saja yang sering meminta bantuan. Banyak warga dari luar Jombang juga yang datang berdoa untuk dikabulkan permintaanya. Salah satunya minta pangkat.

"Biasanya yang datang kesini itu untuk mendapatkan pangkat dan jabatan. Ingin jadi kepala desa ya ada yang jadi dan lain sebagainya," bebernya.

Dari kebiasaan masyarakat, yang datang. Mereka biasanya melakukan ritual khusus dengan menbawa peralatan Nginang.

"Karena memang Buyut Nodi ini suka dengan nginang. Kadang juga membawa dupa dan lain sebagainya," ungkapnya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Di makam ini, ada pantangan khusus perempuan. Para pengunjung yang sedang haid tidak bisa sembarang masuk ke area makam. Karena banyak wanita yang haid kerasukan saat masuk.

Saat Dampri mengaku sering ditemui Buyut Nodi dalam wujud nenek-nenek.

"Biasanya ia menyerupai nenek tua dengan menggunakan jarik. Ia juga menampakan tidak sendiri, ia selalu didampingi dua macan besar di depannya. Kalau macan-macan itu pengawalnya. Jadi memang banyak yang dijumpai Buyut Nodi," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.