Hama Ulat Serang Tanaman Tembakau, Petani Was-was
- Penulis : Elok Aprianto
- | Selasa, 04 Okt 2022 16:04 WIB
jatimnow.com - Tanaman petani tembakau di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang diserang hama ulat.
Raka (38), salah satu petani tembakau mengatakan, meski harga jual tembakau sedang naik hingga Rp35 ribu per kilogram, tapi petani tembakau was-was dengan seragan hama ulat itu.
Baca Juga: PTPN I Regional 5 Gandakan Lahan Tembakau Klaten, Bangun 38 Sumur Bor
"Serangan hama ulat masih menjadi momok petani tembakau. Kalau hama ulat memang selalu ada sepanjang musim. Ulat daun itu menggerogoti daun tembaku, jadinya berlubang seperti ini," ungkap Raka, Selasa (4/10/2022).
Dia mengaku, pada saat awal musim tanam, curah hujan cukup tinggi, sehingga petani tembakau mengganti tanamannya. Kini begitu tanaman mulai tumbuh sehat, hama ulat datang.
"Ulat daun tak hanya memakan daun tembakau. Namun juga memakan batang, sehingga tanaman menjadi patah dan tidak bisa tumbuh optimal. Kalau dibiarkan tanaman bisa mati," tegasnya.
Baca Juga: Optimis Menanam, Petani Bondowoso Minta Perlindungan Regulasi Tembakau
Untuk mengatasi hal itu, para petani biasanya melakukan penyemprotan insektisida.
Petani menunjukkan ulat yang menyerang tanaman tembakaunya
"Hama ulat biasanya akan mati ketika disemprot dengan obat insektisida. Penyemprotan dilakukan rutin ketika tanaman berumur satu bulan. Dengan begitu ulat akan mati," pungkasnya.
Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir
Sementara Rudi (48) juga mengatakan hal yang serupa. Di tanaman tembakau miliknya, kini mulai diserang hama ulat, akibat cuaca tak menentu.
"Ini banyak hama ulat yang makan daun dan batang tembakau. Biasanya disemprot insektisida secara rutin, baru bisa pulih. Tapi hasil panen jelas tidak maksimal," tandasnya.
Editor : Narendra BakrieURL : https://jatimnow.id/baca-50683-hama-ulat-serang-tanaman-tembakau-petani-waswas