Kamis, 11 Jun 2026 10:51 WIB

Hama Ulat Serang Tanaman Tembakau, Petani Was-was

Hama ulat serang tanaman tembakau (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Hama ulat serang tanaman tembakau (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tanaman petani tembakau di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang diserang hama ulat.

Raka (38), salah satu petani tembakau mengatakan, meski harga jual tembakau sedang naik hingga Rp35 ribu per kilogram, tapi petani tembakau was-was dengan seragan hama ulat itu.

Baca Juga: PTPN I Regional 5 Gandakan Lahan Tembakau Klaten, Bangun 38 Sumur Bor

"Serangan hama ulat masih menjadi momok petani tembakau. Kalau hama ulat memang selalu ada sepanjang musim. Ulat daun itu menggerogoti daun tembaku, jadinya berlubang seperti ini," ungkap Raka, Selasa (4/10/2022).

Dia mengaku, pada saat awal musim tanam, curah hujan cukup tinggi, sehingga petani tembakau mengganti tanamannya. Kini begitu tanaman mulai tumbuh sehat, hama ulat datang.

"Ulat daun tak hanya memakan daun tembakau. Namun juga memakan batang, sehingga tanaman menjadi patah dan tidak bisa tumbuh optimal. Kalau dibiarkan tanaman bisa mati," tegasnya.

Baca Juga: Optimis Menanam, Petani Bondowoso Minta Perlindungan Regulasi Tembakau

Untuk mengatasi hal itu, para petani biasanya melakukan penyemprotan insektisida.

Petani menunjukkan ulat yang menyerang tanaman tembakaunyaPetani menunjukkan ulat yang menyerang tanaman tembakaunya

"Hama ulat biasanya akan mati ketika disemprot dengan obat insektisida. Penyemprotan dilakukan rutin ketika tanaman berumur satu bulan. Dengan begitu ulat akan mati," pungkasnya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Sementara Rudi (48) juga mengatakan hal yang serupa. Di tanaman tembakau miliknya, kini mulai diserang hama ulat, akibat cuaca tak menentu.

"Ini banyak hama ulat yang makan daun dan batang tembakau. Biasanya disemprot insektisida secara rutin, baru bisa pulih. Tapi hasil panen jelas tidak maksimal," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.