Senin, 22 Jun 2026 22:02 WIB

11 Guru MTs di Banyuwangi Mundur, Siswa: Jangan Jadikan Kami Korban

  • Penulis :
  • | Kamis, 26 Jul 2018 19:30 WIB
Para siswa di MTs Unggulan Al Ishlah sesaat sebelum latihan drumband
Para siswa di MTs Unggulan Al Ishlah sesaat sebelum latihan drumband

jatimnow.com - Sejumlah siswa di MTs Unggulan Al Ishlah Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi berharap Kegiatan Belajar Mengajar di tempat mereka menuntut ilmu bisa kembali normal.

Dari 219 murid yang terbagi dalam 3 tingkatan, kelas VII, VIII, dan kelas IX di 6 kelas, 3 siswa diantaranya bersedia diwawancarai.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Secara garis besar, ketiganya berharap apapun permasalahan yang terjadi di internal sekolah, jajaran dewan guru maupun pihak yayasan, jangan menjadikan mereka sebagai korban.

Baca juga: 11 Guru MTs di Banyuwangi Mundur, Kegiatan Belajar Siswa Terbengkalai

"Harapannya proses belajar mengajar tidak sampai kosong karena gak ada guru," pinta Dina Oktavia Sabila yang duduk di bangku kelas VIII, di halaman sekolah di Jalan Sultan Agung 45 Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar, Kamis (26/7/2018).

Meskipun, katanya, beredar kabar tentang justifikasi sekolahannya yang dijuluki 'sekolahan teroris' dirinya mengaku tidak tahu menahu dan terkesan biasa-biasa saja.

Baca juga: Begini Tanggapan Ketua Yayasan Mts Al Ishlah soal Keluarnya 11 Guru

"Ya denger sih, tapi seperti guyonan saja," katanya yang mengaku tinggal di bilangan Desa Sumbersewu.

Demikian halnya dengan Fandi Rifki (kelas VIII) dan Ahmad Afandi (kelas IX) di sekolah MTs Unggulan Al Ishlah ketika ditanya terkait materi pelajaran yang diajarkan oleh guru.

Baca Juga: Calon Guru Berprestasi, Mahasiswi Unusa Juara Jujitsu Nasional

"Pelajaran agamanya akidah akhlak, Alqur'an hadits, fikih, sama seperti pelajaran di sekolah teman saya," kata Fandi sembari mengingat-ingat materi pelajaran agamanya.

Sedangkan Ahmad Afandi menambahkan, rumor atau kabar perihal julukan 'sekolahan teroris' di tempatnya belajar itu dianggapnya sebagai bahan guyonan atau sebuah candaan belaka.

"Ya ada teman-teman yang nggudo (meledek) seperti itu, tapi ya guyon aja," katanya.

Baca juga: Dijuluki Sekolah Teroris, 11 Guru Mts di Banyuwangi Mengundurkan Diri

Menurutnya, semenjak dirinya masuk sekolah hingga kelas IX sekarang ini, guru agama di sekolahnya tidak mengajarkan yang macam-macam.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Setelah pelajaran, kadang diberi PR yang dari buku atau LKS," tutup Afandi.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Erwin Yohanes

 

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.