Jumat, 12 Jun 2026 10:01 WIB

Disabilitas Membatik, Mengubur Stigma Negatif Kampung Idiot

Proses membuat Batik Ciprat yang dilakukan penyandang disabilitas. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Proses membuat Batik Ciprat yang dilakukan penyandang disabilitas. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

jatimnow.com - Batik Day diperingati tiap tanggal 2 Oktober. Pada 2009 silam United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) telah menjadikan batik sebagai warisan budaya dunia.

Membuat batik tidak mudah. Namun ada penyandang disabilitas memiliki kemampuan membatik. Ini tentu luar biasa.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Dorong Instansi dan Perusahaan Lebih Peduli Disabilitas

Di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo ada sebuah Rumah Harapan. Lokasi tersebut digunakan oleh para penyandang disabilitas di Desa Karangpatihan berkarya. Salah satunya adalah membuat Batik Ciprat.

Sulit memang melepas stigma kampung idiot untuk Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Namun, kini sedikit demi sedikit stigma tersebut malah menjadi berkah tersendiri bagi warganya.

Tepat di depan Rumah Harapan, sudah tersedia selembar kain polos. Terlihat, seorang wanita sibuk menciprat-cipratkan (memercik-mercikkan) cat atau pewarna kain menggunakan kuas. Yang membatik itu adalah Boini.

Selain Boini, ada Tukijo yang juga membuat Batik Ciprat. Agak sedikit berbeda, Tukijo lebih telaten. Terlihat Tukijo memberi malam pada gambar yang diciptakan.

“Setiap hari mereka selalu membatik. Ini adalah satu dari beberapa kegiatan berdaya bagi mereka yang disabilitas,” ujar Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi, Senin (3/10/2022).

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Eko bercerita bahwa Desa Karangpatihan dulu memang dikenal dengan kampung idiot. Tetapi lama kelamaan stigma itu hilang.

Seiring waktu, para disabilitas sudah bisa berdaya. Mereka pun tidak menggantungkan pada bantuan.

Hingga ada program dari Kementerian Sosial. Saat itu Kemensos ingin memberdayakan masyarakat penyandang disabilitas.

Baca Juga: Dari Kursi Roda, Karya Rajut Disabilitas di Kediri Ini Tembus Pasar Internasional

"Tujuannya ingin memperbaiki taraf hidup. Melalui Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita, Temanggung, Jateng selama satu tahun di Desa Karangpatihan, didapatkan produk Batik Ciprat yang dibuat di Rumah Harapan, pusat latihan kerja," bebernya.

Uniknya, Batik Ciprat karya warganya ini bisa dipastikan hasilnya akan berbeda antara satu kain dengan yang lainnya. Sebab, diproduksi secara manual bukan cetakan. Bahkan jika ada pemesan hanya ada satu lembar pun juga dikerjakan.

Untuk satu lembar kain batik ukuran 2,15x1,15 meter dihargai Rp150-200 ribu, tergantung kesulitan motif.
"Kami juga bisa melayani motif yang diinginkan, nanti ada pendamping yang mengarahkan motif," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.