Senin, 22 Jun 2026 12:00 WIB

Legenda Hidup Lahirnya Liga Indonesia Terpukul atas Tragedi Kanjuruhan

Promotor sepakbola Indonesia era 90an, Sri Sajekti Sudjunadi (dua dari kiri) - (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Promotor sepakbola Indonesia era 90an, Sri Sajekti Sudjunadi (dua dari kiri) - (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mantan promotor sepakbola Indonesia era 90an, Sri Sajekti Sudjunadi menyesalkan tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang yang merenggut nyawa lebih dari 100 orang.

Diketahui, era 90an merupakan awal terbentuknya liga sepak bola Indonesia yang disebut ole-ole, di mana dalam liga tersebut merupakan momen bergabungnya klub perserikatan dan galatama.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai NasDem Koordinator Bidang Idiologi itu berharap tragedi dalam sepak bola itu tidak terulang di Indonesia.

"Ada peristiwa ini kesedihan bersama yang membuat saya terpukul. Kami semua menyampaikan duka mendalam atas kejadian di Stadion Kanjuruhan itu," ungkap Kak Jess-sapaan Sri Sajekti saat berkunjung ke DPW Partai NasDem Jawa Tengah, Minggu (2/10/2022).

Perempuan enerjik itu mengaku terpukul atas tragedi yang menguras air mata tersebut.

"Dulu jauh sebelum ber-NasDem, tahun 90-an saya adalah salah satu promotor yang melahirkan Liga Indonesia. Tentu peristiwa ini membuat saya terpukul. Saya berharap kejadian seperti ini tidak akan terulang," ucap Ketua DPW Partai NasDem Jatim itu.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Dia mengaku mendapatkan kabar jika dalam peristiwa tersebut juga terdapat 6 anggota pengurus DPD Partai NasDem Kota Malang yang turut menjadi korban.

"Dari laporan yang kami terima, anggota kami (Partai NasDem) yang ada di Kota Malang ada 6 orang pada peristiwa kemarin turut hilang," terangnya.

"Namun hingga update yang kita terima, tiga di antaranya ditemukan dilaporkan dalam keadaan meninggal dunia, satu pulang kondisi selamat dan dua masih dalam pencarian," tambah Kak Jess.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Saat ditanya apakah ada evaluasi terhadap kejadian peristiwa itu, dia mengaku bahwa semua pihak yang terlibat harus duduk bersama dan berembuk.

"Semua pihak, stakeholder harus berembuk. Suporter sekarang kan sudah banyak yang sudah mulai dewasa dan sudah bisa diajak untuk bersinergi serta diajak berembuk agar peristiwa tidak terulang," tegasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.