Sabtu, 20 Jun 2026 05:08 WIB

Mencicipi Sate Taichan, Masakan asal Jepang yang Digandrungi Milenial Jombang

Diana Mega Putri menunjukkan Sate Taichan buatannya (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Diana Mega Putri menunjukkan Sate Taichan buatannya (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sate Taichan, kuliner asal Jepang, kini sedang hits di Jombang. Makanan berbahan dasar daging ayam tersebut saat ini digandrungi muda mudi atau milenial di Kota Santri.

Terletak di Jalan Gubernur Suryo, Jombang, kedai Sate Taichan milik mbak-mbak cantik itu, tidak pernah sepi pembeli.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

Adalah Diana Mega Putri (24), pemilik kedai tersebut. Dia menjelaskan, sate ini berbeda seperti pada umumnya yang dilumuri bumbu kacang dan kecap manis.

Namun, daging ayam yang dicampur, dibumbui garam, jeruk limo, cabai dan resep lainnya. Lalu disajikan mengikuti zaman selera milenial.

Dia menjelaskan bahwa kedai Sate Taichan ini baru buka 6 bulan lalu. Ia memulai bisnis ini lantaran gemar berwisata kuliner. Begitu ketagihan, dia belajar memasak sendiri sampai bisa membuka usaha tersebut.

Sate Taichan di Jalan Gubernur Suryo JombangSate Taichan di Jalan Gubernur Suryo Jombang

"Awalnya memang Sate Taichan ini masakan kesukaan saya sejak SMA. Setelah itu belajar bagaimana masak sendiri sampai dirasa mantap. Akhirnya dapat dukungan dan membukalah usaha ini. Alhamdulillah diberikan kelancaran sampai saat ini," tutur Diana, Minggu (2/10/2022).

Dia menjelaskan, pembuatan Sate Taichan ini mirip dengan pembuatan sate pada umumnya. Namun yang membedakan adalah bumbu-bumbunya.

"Satenya dari daging ayam, yang dibersihkan sampai putih dan diiris-iris. Bumbunya bawang merah dan putih, garam, jeruk limo, sedikit cabai dan bumbu lainnya. Selanjutnya semua bumbu tersebut dilumurkan ke daging putih yang sudah ditusuk rapi," bebernya.

"Setelah itu tinggal dipanggang selama kurang lebih 15 menitan. Mudah sih kalau dijelaskan sama dilihat, tapi untuk melakukannya agar membuahkan yang maksimal itu harus telaten. Seperti membersihkan daging, mencampurkan bumbunya dan proses pemanggangannya," sambung Diana.

Setelah masak, 5 tusuk Sate Taichan ditaruh pada piring yang beralaskan kertas minyak. Seporsinya sudah satu paket dengan nasi putih, sambal dan jeruk nipis.

Baca Juga: Daftar Wisata Surabaya Paling Hits untuk Melepas Penat Hari Minggu

"Rasa yang membuat beda daripada sate pada umumnya, sate ini lembut enak dikunyah dan tidak ada bumbu kacangnya. Rasanya pedas dengan ragam varian, dan rempah-rempah itu nantinya akan terasa juga. Sehingga nyaman deh," paparnya.

Setiap harinya, ia mengaku bisa menghabiskan 400 tusuk Sate Taichan dengan bahan 5 kilogram daging ayam. Terdapat 6 varian Sate Taichan di warung sederhana milik Diana ini.

"Ada Sate Taichan ayam, kulit, mix, mercon ayam, mercon mix, paket komplit. Kalau soal harganya masih normal, dari Rp18 ribu sampai Rp20 ribu. Bisa pesan antar, juga dimakan santai di tempat. Aneka minumannya juga banyak," ujarnya.

Soal omzet setiap malamnya, Diana hanya menyebut bisa meraup keuntungan dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

"Alhamdulillah bersyukur bisa tetap lancar dan semoga seterusnya bertahan. Kalau soal bukanya sejak 5 sore dan tutup jam 12 malam," tambah dia.

Diana Mega Putri saat memasak Sate Taichan di warungnyaDiana Mega Putri saat memasak Sate Taichan di warungnya

Baca Juga: Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat

Sementara Sandra Dewi (22), salah satu pelanggan di warung ini mengaku sudah ketagihan dengan Sate Taichan.

Katanya, daging satenya dirasa lembut dan enak begitu dilumpuri sambal yang dicampur sejumlah rempah-rempah itu. Dan dalam seminggu sekali, dia menyempatkan waktu untuk menikmati masakan tersebut.

"Kami langsung pesan dua ini loh, Sate Taichan mercon ayam dan kulit. Rasanya enak, dagingnya mudah dikunyah, rempah-rempahnya terasa banget dan pedasnya nampol," ungkap Sandra.

Selain itu, harga yang dibanderol juga masih normal. Bahkan warung ini bersih dan strategis.

"Kalau harganya masih biasa saja sih, pasaran. Masakannya udah enak, tempatnya selalu bersih dan nyaman untuk bersantai. Ya sambil menikmati masakan di tengah hiruk pikuk kendaraan. Tapi di sini itu tetap terasa tenang, nyaman deh pokoknya," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.