Minggu, 14 Jun 2026 09:55 WIB

Begini Tanggapan Ketua Yayasan Mts Al Ishlah soal Keluarnya 11 Guru

  • Penulis :
  • | Rabu, 25 Jul 2018 22:32 WIB
Sekolah MTs Unggulan AL Ishlah/ foto: istimewa
Sekolah MTs Unggulan AL Ishlah/ foto: istimewa

jatimnow.com - Ketua yayasan Al Husniyyah yang menaungi MTs Al Ishlah angkat bicara terkait keluarnya kepala sekolah, 11 guru serta 2 karyawan MTs Al Ishlah yang diduga lantaran julukan sebagai 'sekolahan teroris' oleh masyarakat.

Joko Ketua Yayasan AL Husniyyah yang menaungi MTs Al Ishlah mengatakan bahwa julukan sebagai 'sekolahan teroris' tidak mendasar, pasalnya selama ini sekolah tersebut cukup terbuka.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Terkait alasan pengunduran diri dari 14 orang tenaga pengajar tersebut, Joko mengaku para guru serta karyawan tidak menyebutkan secara spesifik. Bahkan dari 14 orang itu hanya satu yang menyampaikan permohonan tertulis secara resmi kepada pihak yayasan.

"Alasan dari satu orang itu karena menduga pihak yayasan campur tangan dalam kebijakan sekolah. Tetapi sebetulnya tidak," papar Joko saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (25/7/2018).

Baca juga: Dijuluki Sekolah Teroris, 11 Guru Mts di Banyuwangi Mengundurkan Diri

Tidak ada satupun, kata Joko, yang menyebutkan alasan pengunduran diri mereka atas rumor yang beredar di masyarakat Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar dengan dugaan 'sekolahan teroris'.

"Yang 13 orang, mundur tapi tidak melalui surat atau tidak resmi. Mungkin sebagai bentuk solidaritas atau apa saya kurang tahu," tegasnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Joko menegaskan, selama ini pihak yayasan hanya melakukan monitoring dan evaluasi kinerja untuk meningkatkan atau menjaga prestasi siswa-siswi di MTs Unggulan AL Ishlah.

Bahkan dia menegaskan, dalam setiap penerimaan siswa baru atau kegiatan lainnya pihak Kepolisian dan Koramil Muncar rutin mengunjungi sekolah yang dinaungi yayasan yang dipimpinnya itu.

Sangat tidak realistis, lanjutnya, apabila di sekolah MTs Unggulan AL Ishlah dikatakan tertutup apalagi hingga dicap dan diduga 'sekolahan teroris'.

"Setiap MOS, PBB, atau acara lainnya aparat Kepolisian dan Koramil kerap kesini," tegas Joko.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Perkembangan di tahun ajaran baru kali ini, katanya, jumlah siswa kelas VII justru meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun ajaran 2017/2018 terdapat 60 murid baru, dan ditahun ajaran ini meningkat menjadi 70 siswa.

"Tidak benar kalau sekolah kami tertutup atau lain-lain. Cuma kalau kesini harus jelas tujuannya mau ketemu dengan siapa dan maksud kedatangannya," paparnya.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Arif Ardianto





Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.