Sabtu, 20 Jun 2026 05:22 WIB

Korban Keracunan Makanan di Tulungagung Bertambah, Polisi Periksa 5 Saksi

Tim Inafis Polres Tulungagung melakukan identifikasi di lokasi (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Tim Inafis Polres Tulungagung melakukan identifikasi di lokasi (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Korban keracunan makanan di Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung bertambah jadi 6 orang.

Satreskrim Polres Tulungagung terus menyelidiki kasus keracunan diduga setelah menyantap nasi goreng dalam acara yasinan di salah satu rumah warga itu.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Tim dari dinas kesehatan setempat juga diterjunkan untuk mengambil sejumlah sampel, yang akan dikirim ke laboratorium di Surabaya.

Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Agung Kurnia Putra mengatakan, sudah ada 5 saksi yang telah dimintai keterangan. Saksi ini di antaranya tuan rumah, penjual nasi goreng dan perangkat desa.

Menurut Agung, timnya juga masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan, untuk mengetahui pasti penyebab keracunan massal tersebut.

"Ada lima saksi yang telah diperiksa dalam peristiwa ini," ujar Alumni Akpol Tahun 2013 itu, Senin (26/9/2022).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Sementara salah satu perawat di Puskesmas Tiudan, Sigit Karyanto menerangkan, terdapat dua pasien keracunan yang masuk menjalani perawatan. Kedua pasien ini mulai dirawat intensif sejak kemarin sore. Terdapat pula dua pasien lama yang sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik.

Dengan jumlah tersebut, saat ini terdapat 6 pasien korban keracunan yang masih dirawat. Para pasien ini dirawat di beberapa tempat, yaitu Klinik Difa Medika, Puskesmas Kauman dan Rumah Sakit Prima Medika.

"Kondisi mereka berangsur membaik, sakit yang dikeluhkan sebelumnya mulai berkurang," tutur Sigit.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Tim dari dinas kesehatan juga telah mengambil sejumlah sampel di lokasi kejadian. Sampel yang diambil ini di antaranya air yang digunakan untuk memasak dan sisa nasi goreng dan jajanan yang dihidangkan. Dinas kesehatan rencananya akan mengirim sampel ke laboratorium milik BBPOM di Surabaya.

Sebelumnya 53 warga Desa Tiudan mengalami keracunan usai menyantap nasi goreng dalam acara yasinan yang digelar Kamis (22/9/2022) malam. Mereka mengalami mual dan muntah beberapa jam setelah memakan nasi goreng itu.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.