Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

1 Dari 3 Alat Peringatan Dini Bencana Banjir di Ponorogo Rusak

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Henry Indra Wardhana.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Henry Indra Wardhana.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Satu dari tiga Early Warning System (EWS) bencana banjir di Ponorogo rusak. Sehingga menyebabkan alat peringatan dini bencana banjir itu menjadi tidak berfungsi.

“EWS di Tempuran, Jalan Imam Bonjol yang rusak,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo Henry Indra Wardhana, Senin (26/9/2022).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dia menjelaskan, terungkapnya ini saat pihaknya melakukan evaluasi sebagai upaya berjaga-jaga akan bencana banjir. Petugas dari BPBD di Bumi Reog mengecek EWS yang berada di tiga loksi.

Lokasi pertama di Jembatan Sekayu, Jalan Trunojoyo, Tambakbayan. Kemudian di Jembatan Tempuran, Jalan Imam Bonjol. Terakhir adalah di Jembatan Grenteng, Kecamatan Balong.

“Ternyata ada 1 yang rusak yang ada di Tempuran (Jalan Imam Bonjol). Kurang layak, tali terputus atau kabel terputus,” kata mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) itu.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Menurutnya, 1 EWS yang rusak segera diperbaiki. Tentunya sebelum musim penghujan datang di Bumi Reog.

Henry menambahkan, kerusakan baru diketahui pekan lalu. Saat itu petugas atau tim BPBD Ponorogo turun ke lokasi mengecek kesiapan antisipasi banjir.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

“Dugaan putus mungkin tersangkut greng sampah yang ada di aliran air. Bisa saja menyebabkan putus,” pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.