Jumat, 19 Jun 2026 05:22 WIB

Wisata Kebon Pitu Wonosalam Jombang, Suguhkan Keindahan Lereng Gunung Anjasmoro

Para pengunjung di wisata Kebon Pitu Wonosalam. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Para pengunjung di wisata Kebon Pitu Wonosalam. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Bagi yang mencari tempat bersantai atau melepas penat pada akhir pekan, kalian bisa mendatangi tempat wisata Kebon Pitu Wonosalam. Tepatnya berada di Dusun Dampak, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang yang ada di lereng Gunung Anjasmoro.

Di tempat ini mata kalian akan dimanjakan dengan pemandangan sejuk pepohonan dan perbukitan. Kawasan tempat wisata dengan ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut (MDPL) ini, dihiasi oleh keindahan alam secara alami.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Selain itu, terdapat 7 tenda yang dilapisi kayu di atas jernihnya sungai yang mengalir. Yang dikelilingi perkebunan kopi dan bebatuan besar yang bisa dijadikan ajang berswafoto.

Nurul Sudarwito (51), pengelola wisata Kebon Pitu menjelaskan bahwa, tempat wisata ini baru beroperasi kurang lebih 6 bulanan yang lalu. Ia memang mengaku sengaja membuat wisata yang berada di ketinggian dan bernuansa alami.

"Kami juga ingin memperkaya wisata yang ada di Wonosalam Jombang. Kebetulan kan masih belum ada wisata tersedia tenda dengan fasilitas lengkap di dalamnya, juga teras dengan lapisan kayu dan di depannya langsung pemandangan sungai jernih serta dikelilingi perkebunan kopi," ujarnya, Minggu (25/9/2022).

Lebih lanjut ia menjelaskan makna dari "Kebon Pitu" yang dijadikan nama tempat wisata tersebut. Kata Nurul memiliki arti meminta pertolongan bersama masyarakat, guna berwirausaha dengan 'pitulangan' tuhan.

"Selain itu juga tempatnya berada di tengah perkebunan, dan tenda serta meja di resto ini kami sediakan sebanyak tujuh. Jadi cuma begitu saja sih maknanya," paparnya.

Ia menyebut para pengunjunh bisa menikmati suasana alam di tempat wisata setempat, meski tidak harus bermalam. Namun demikian menurutnya, tidak semua fasilitas bisa digunakan seperti tenda serta isi didalamnya seperti bantal, kasur, selimut dan lain sebagainya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Kami atur fasilitas dan waktunya bagi warga yang berkunjung ke wisata ini, tapi tidak bermalam. Jadi mereka bisa menikmati suasana alam, meski hanya pesan makan dan minuman. Untuk tempatnya bisa duduk di teras tenda yang sudah tersedia meja mini di atas sungai ini, kalau pengen menggunakan tenda harus pesan meski hanya cuma sehari saja tanpa bermalam," katanya.

Untuk harga paket bermalam di tenda dibandrol dengan harga Rp400 ribu untuk hari weekend. Sementara di hari-hari biasa, hanya dibanderol dengan Rp350 ribu saja. 

"Itu sudah dapat makan pagi dan malam untuk 4 orang. Didalam tenda sudah tersedia fasilitas lengkap dan di kawasan ini sudah ada resto, buat pesan makanan, cemilan, dan minuman lainnya," pungkasnya.

Sementara itu, Farid salah satu pengunjung asal Sidoarjo mengaku senang bisa berkunjung ke wisata Kebon Pitu, di akhir pekan. Ia mengaku mengetahui tempat itu dari media sosial.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Senang, sangat rekomendasi banget tempat ini. Sangat terasa suasana alamnya, camping dengan fasilitas yang luar biasa dan berada di atas sungai segar. Jadi suasana alami alam sekitarnya sangat terasa banget, pokoknya senang," ujarnya.

Selain untuk melepas penat dan berlibur bersama keluarganya, ia mengaku juga sembari merayakan hari ulang tahun temannya. 

"Rasanya sejuk, suara jangkrik dan keindahan alam sekitar juga terasa banget. Sore ini sangat bagus momen kebersamaan kami di wisata ini, berswafoto dengan background senja di depan tenda," ucapnya.

"Bawahnya sungai jernih dan dingin, serta sampingnya ada kebun kopi. Tadi juga dikasih durian lokal Wonosalam yang enak banget, jadi seneng banget deh, harga paket bermalamnya juga normal ekonomis," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.