Kamis, 18 Jun 2026 05:12 WIB

Penyebab Tewasnya Pria Terlilit Sajadah di Mojokerto Masih Misterius

Evakuasi mayat pria yang terlilit sajadah di Jalan Mojosari Pacet Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.(Foto: Assegaf for jatimnow.com)
Evakuasi mayat pria yang terlilit sajadah di Jalan Mojosari Pacet Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.(Foto: Assegaf for jatimnow.com)

Mojokerto - Penyebab tewasnya Songko yang ditemukan di pinggir Jalan Mojosari Pacet Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, masih misterius. Korban merupakan warga Dusun Sampang, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Pria yang menurut keluarga dan kepolisian sudah pikun ini jenazahnya pertama kali ditemukan oleh Siyamin saat mencari barang rongsokan sekitar pukul 06.00 WIB.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Anak korban, Sukristin mengatakan, ayahnya sudah pikun sejak beberapa tahun lalu. Korban keluar dari rumah sekitar pukul 03.00 WIB.

"Bapak sudah lama pikun, sering hilang dari rumah terus diantar pulang sama orang. Empat bulan ini tidak pernah hilang lagi dan hari ini hilang lagi," kata Sukristin, Jumat (23/9/2022).

Setelah mendapat kabar ada penemuan mayat di pinggir jalan, Sukristin langsung menuju ke lokasi. Sesampainya di tempat, ia mengenali ayahnya dari pakaian yang dikenakan.

"Saya lihat foto itu dan langsung ke sini. Celana yang dipakai itu saya yang belikan," tukasnya.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Menurut Sukristin, langkah kaki ayahnya saat berjalan sudah tidak normal. Sehingga ia menduga ayahnya terjatuh karena tersandung patok kilometer yang ada di pinggir jalan.

"Tadi tidak ada luka. Mungkin bapak jatuh setelah kesandung patok itu. Soalnya bapak ini jalannya sudah gak tegen (normal). Pakai sandal saja sudah gak genah (tidak bisa)," cetusnya.

Saat pertama kali ditemukan, leher korban seperti terlilit sajadah, memakai baju warna biru dan celana pendek berwarna biru muda dan menggunakan sandal jepit.

Baca Juga: Mayat Bersimbah Darah Ditemukan di Simokerto Surabaya, Polisi: Kaitan Asmara

Sementara itu, Kapolsek Kutorejo AKP Rochim menjelaskan, pihaknya belum bisa bicara banyak soal penyebab tewasnya Songko. Sebab masih dalam penyelidikan oleh petugas dari polsek dan Satreskrim Polres Mojokerto.

"Penyebab pastinya masih kami selidiki. Hasil visum, pemeriksaan luar, di RSUD Sumberglagah Pacet tidak ada bekas luka kekerasan. Korban ini sudah lama mengidap pikun," pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.