Kamis, 18 Jun 2026 16:23 WIB

Mitigasi Belum Maksimal, Banjir Bandang dan Longsor Masih Hantui Kota Batu

Banjir bandang yang pernah tejradi di Kota Batu. (Foto: Dok. jatimnow.com)
Banjir bandang yang pernah tejradi di Kota Batu. (Foto: Dok. jatimnow.com)

Kota Batu - Menjelang musim penghujan, bencana banjir bandang masih membayangi Kota Batu. Pasalnya upaya mitigasi setiap tahun masih belum begitu maksimal sehingga membuat Pemkot melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan antisipasi terhadap hal tersebut.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim mengatakan akibat kurang maksimalnya mitigasi tidak menutup kemungkinan peristiwa banjir di kawasan Bulukerto pada tahun lalu kembali terjadi.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

"Sebab potensinya masih ada. Karena pembangunan yang terjadi di Dusun Sambong berupa revitalisasi sungai hanya berupa perbaikan darurat dan bukan pengerjaan secara utuh. Oleh sebab itu nantinya BPBD akan melakukan pengawasan secara intens dikawasan tersebut termasuk di titik lain," ujarnya, Jumat (23/9/2022).

Tak hanya Desa Bulukerto, terdapat sekitar 10 titik potensi banjir pada tahun ini seperti Sungai Beru dan Sungai Paron. Selain itu juga beberapa titik dikawasan pemukiman Kota Batu seperti Kelurahan Sisir dan Kelurahan Temas.

"Bukan hanya banjir, ada 7 titik kawasan dengan potensi bencana longsor yakni Desa Giripurno, Kelurahan Songgokerto (payung), dan Desa Gunungsari. Oleh sebab itu antisipasi kami dengan memasang 12 unit early warning system (EWS) di setiap lereng Gunung Arjuno seperti Desa Sumber Brantas, dan Desa Sumbergondo yang juga termasuk dalam titik rawan longsor di Kota Batu," imbuhnya.

Baca Juga: Mahasiswa Thailand Belajar SDGs dan Ekonomi Sirkular di Desa Suci Jember

Terpisah, Kasi Pencegahan dan Kesiap Siagaan BPBD Kota Batu Gatot Nugroho menegaskan bahwa tahun ini pihaknya kembali menambah jumlah unit EWS sebanyak 12 unit untuk mengantisipasi terjadinya bencana longsor tersebut. Rinciannya, pada 2020 lalu menganggarkan 5 unit kemudian bertambah menjadi 10 unit pada tahun 2021, sedangkan untuk 2022 melakukan pemasangan 1 EWS dari BPBD Kota Batu dan 1 EWS bantuan dari BPBD Provinsi.

"Pemasangan tahun ini dilakukan di Dusun Celaket Desa Gunungsari dan satunya kami pasang di Desa Sumberejo. 1 unit EWS anggarannya sekitar Rp106 juta. Selain itu, yang pasti kami juga dibantu dengan Forum Penanganan Resiko Bencana (FPRB) yang tersebar di setiap desa dan kelurahan," ujarnya.

Baca Juga: Akses Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibuka Dengan Sistem Buka Tutup

Targetnya pada 2022 Kota Batu bisa memiliki disetiap desa dan kelurahan, namun realisasinya masih tersisa tiga desa yang belum, yakni Desa Torongrejo, Desa Mojorejo, dan Desa Pendem.

"Kemungkinan tahun depan sudah terbentuk secara sempurna dan lengkap sehingga Kota Batu bisa benar-benar menjadi kota yang tangguh terhadap bencana," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.