Minggu, 14 Jun 2026 21:20 WIB

Meresahkan Masyarakat, 9 Anak Jalanan Dirazia Satpol PP Bangkalan

Sejumlah anak jalanan dan gelandangan saat dirazia oleh Satpol PP Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Sejumlah anak jalanan dan gelandangan saat dirazia oleh Satpol PP Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

Bangkalan - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangkalan kembali melakukan razia penertiban anak jalanan (Anjal) dan gelandangan pengemis (Gepeng). Hal ini dilakukan karena masyarakat resah dengan keberadaan para remaja tersebut di tepi jalan.

Hal itu diungkap oleh Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Bangkalan, Urip Riyanto. Ia menyampaikan, masyarakat kembali resah dengan keberadaan Anjal. Sebab, tak sedikit dari mereka yang tidur di tepi jalan bahkan meminta uang saat lampu merah.

Baca Juga: BKPSDM Tulungagung Periksa Anggota Satpol PP yang Berjaga di Kantor Disbudpar

"Memang saat ini kembali banyak anak jalanan, sehingga kami lakukan razia agar ketertiban dan kondusifitas masyarakat tetap terjaga. Sekaligus, agar para remaja ini mendapat pembinaan," ucapnya, Kamis (22/9/2022).

Pria yang akrab disapa Urip ini juga mengatakan, dari razia yang dilakukan, pihaknya berhasil mengamankan 6 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Selanjutnya, remaja tersebut didata dan dilakukan pembinaan.

Baca Juga: Belasan Reklame Rokok Ilegal Dicopot Satpol PP Tulungagung

"Dari hasil pendataan, remaja tersebut dari luar Bangkalan. Paling jauh dari Bandung, yang lainnya ada yang dari Surabaya dan Banyuwangi," tuturnya.

Urip mengatakan, setelah remaja tersebut dibina dan didata, pihaknya kemudian mengirimkan para remaja itu ke Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan. Selanjutnya, pihak dinas akan menindaklanjuti untuk dibawa ke Liponsos atau dikembalikan ke tempat asalnya.

Baca Juga: Balai Pemuda, Surat Pengosongan, dan Teori Pintu Terbuka

"Nah, apakah remaja ini dikembalikan ke tempat asal atau ke Liponsos, itu kewenangan dari Dinsos," imbuhnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.