Minggu, 21 Jun 2026 12:48 WIB

Dindik Jatim, Insentif GTT dan PTT SMA/SMK di Jombang Belum Cair Sejak Mei Lho

Dinas Pendidikan Provinsi Jatim
Dinas Pendidikan Provinsi Jatim

Jombang - Pencairan gaji atau insentif yang seharusnya diterima para guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) jenjang SMA/SMK di Jombang, ternyata terhenti sejak Mei hingga September 2022.

Kondisi ini memaksa para GTT dan PTT harus berhemat dalam menjalani hidup sehari-hari. Mereka setidaknya harus berpuasa hingga P-APBD provinsi cair sekitar Oktober nanti.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

Ketua Forum Honorer eks Kategori Dua Indonesia (FHK2I), Ipung Kurniawan membenarkan keterlambatan pencairan insentif yang menjadi hak para GTT dan PTT di Jombang itu.

"Tahun ini yang cair hanya sampai bulan April saja. Mei sampai sekarang (September) belum cair," ungkap Ipung, Rabu (21/9/2022).

Ipung menjelaskan, insentif GTT dan PTT merupakan hak yang biasanya diberikan setiap bulan. Besaran nilainya Rp900 ribu per guru. Insentif biasanya diberikan paling lambat tanggal 7 setiap bulannya.

"Insentif ini diberikan sejak Tahun 2017. Sebelumnya tidak pernah mengalami keterlambatan seperti sekarang. Kalau kata Dinas Pendidikan Provinsi (Jatim) karena ada pemetaan PPPK, sehingga butuh penyesuaian ulang," beber Ipung.

Ipung mengaku sudah menerima banyak keluhan dari sesama GTT dan PTT. Dan yang paling kasihan adalah PTT.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Dampak Covid-19 belum sepenuhnya pulih. Penghasilan dari kantin tidak ada, belum lagi insenstifnya nandon," ucapnya.

Ipung juga mengaku merasakan hal yang sama. Apalagi ditambah dengan tanggungan koperasi sekolah yang harus dibayar setiap bulan.

"Dulu belum ada insentif tidak berani ambil koperasi. Setelah ada insentif saya berani ambil, eh sekarang terlambat, jadi bingung cari dana talangan dari mana, keluhan dari teman-teman juga sangat banyak," bebernya.

Kondisi ini membuatnya melakukan berbagai upaya. Termasuk salah satunya menghadap ke Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur. Dan lagi-lagi ia diminta untuk bersabar.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T

"Ya katanya insentif GTT dan PTT dianggarkan melalui APBD perubahan tahun ini. Kalau sudah selesai proses P-APBD, nanti nunggu SK Gubernur, baru kemudian dicairkan," paparnya.

Sementara Kabid GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Suhartatik tak banyak berkomentar. Ia hanya mengatakan jika tunjangan tersebut dianggarkan melalui P-APBD.

"Sudah ada penjelasan kan dari Komisi E DPRD Jatim, kalau (insentif GTT dan PTT) dianggarkan di P-APBD. Mohon maaf untuk informasi selengkapnya satu pintu di kepala dinas," tukasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.