Selasa, 16 Jun 2026 11:14 WIB

Pelajar asal Sulsel di Sidoarjo itu Ternyata Tewas Dikeroyok

Tersangka MM saat berada di Mapolresta Sidoarjo (Foto: Dimas for jatimnow.com)
Tersangka MM saat berada di Mapolresta Sidoarjo (Foto: Dimas for jatimnow.com)

Sidoarjo - MTF (18), pelajar asal Kecamatan Enrenkang, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang awalnya tewas diduga akibat terjatuh dari lantai 3, ternyata dikeroyok tiga temannya.

Setelah melakukan penyelidikan, Satreskrim Polresta Sidoarjo menetapkan tiga teman korban sebagai tersangka. Ketiga tersangka itu adalah MM (18), SJ (17) dan MKM (17).

Baca Juga: STB Gandeng Muhammadiyah Jatim, 500 Siswa Bakal Belajar ke Singapura

Kepaada polisi, tersangka MM menceritakan bahwa semula ia bersama dua tersangka lain mendatangi korban karena mendengar jika korban telah mencuri uang milik siswa lainnya.

"Pada saat itu, saya ajak agar tidak rame di masjid. Akhirnya dibawa ke koridor di lantai tiga. Di situ ditanyai lagi tetap gak ngaku, akhirnya terlibat perkelahian dengan SJ. Korban dipukul beberapa kali di wajah dan mulut," ujar MM di Mapolresta Sidoarjo, Selasa (20/9/2022).

MM mengaku korban sempat melakukan perlawanan setelah dipukul wajah dan mulutnya oleh SJ. MM berdalih sempat melerai kejadian itu.

"Korban bilang jangan keroyokan karena dikiranya akan ngeroyok. Saya mau melerai padahal. Akhirnya dilepas tangannya teman saya," katanya.

Setelah pertengkaran pertama selesai, MM mengatakan bahwa korban kembali berkelahi dengan pelaku MKM. MM melihat MKM membenturkan berkali-kali kepala korban ke lantai.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

"Saat itu ditanyai lagi sempat gak ngaku, akhirnya saya pukul sampek tiga kali baru ngaku. Nafasnya sudah sesak saat itu dan minta tolong saya. Saya sempat luruskan badannya dan ngambil bantal untuk bantu pernafasan," terangnya.

Upaya ketiga pelaku menolong korban tidak membuahkan hasil. Dari hidung korban mengeluarkan darah dan korban tidak sadarkan diri.

"Akhirnya saya lari ke lantai bawah untuk minta bantuan teman agar dibawa ke UKS," tambah dia.

Sementara Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan bahwa korban sempat dilarikan ke RSUD Sidoarjo. Namun korban meninggal dunia setelah mendapat perawatan intesif dan sempat menjalani operasi.

Baca Juga: Pengeroyokan Brutal di Surabaya Terekam CCTV, Otak Pelaku Buron

"Dari hasil visum, korban meninggal dunia karena adanya kerusakan pada organ vital otaknya," jelas Kusumo.

Akibat dari perbuatannya, ketiga tersangka diancam 12 tahun penjara lantaran terbukti melakukan pengeroyokan hingga menyebabkan korban yang masih di bawah umur meninggal dunia.

Diketahui sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (13/9/2022) di salah satu lembaga pendidikan di kawasan Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.