Kamis, 11 Jun 2026 16:17 WIB

Konsumsi Ceker Ayam Berlebih Bisa Akibatkan Gampang Lelah hingga Stroke

Pedagang daging ayam di Pasar Sukodono.(Foto: Zainul Fajar)
Pedagang daging ayam di Pasar Sukodono.(Foto: Zainul Fajar)

Surabaya - Ceker merupakan hasil samping dari pemotongan ayam. Nilai ekonominya lebih rendah dibandingkan dengan hasil pemotongan lain seperti kepala, jeroan dan leher. Kendati demikian, ceker ayam menjadi makanan favorit sejumlah kalangan.

Ceker ayam belakangan popular di kalangan anak muda yang diolah dengan berbagai jenis makanan. Di antaranya diolah menjadi camilan, misalnya keripik ceker dan ceker crispy. Bahkan banyak franchise yang juga menawarkan menu ceker ayam.

Baca Juga: Mendikdasmen Pantau TKA Hari Kedua di Surabaya

Ahli Gizi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya Tri Kurniawati menjelaskan, ceker ayam memiliki kadar air sebesar 65,08 persen, lemak 3,90 persen, protein 20,10 persen, dan kadar abu 8,16 persen. Ceker ayam diketahui mengandung 19 asam amino. Di antaranya asam aspartat, glutamin, hidroksiprolin, serin, glisin, histidin, arginin, treonin, alanine, prolin, tirosin, valin, metionin, sistin, ileusin, fenilalanin, triptofan dan lisin.

“Komponen terbesar penyusun ceker ayam adalah kolagen, yaitu sebesar 5,64 - 31,39 persen atau sebesar 28,73 - 36,83 persen dari total protein,” tutur Tri, Selasa (20/9/22)

Baca Juga: Cuaca Jatim Hari Ini, Hujan Petir Mengancam 12 Daerah

Ceker ayam diketahui memiliki 29 jenis kolagen yang berbeda dengan bentuk polimerik berbeda pula. Tipe kolagen yang menonjol dari kaki ayam yaitu kolegen tipe 1 yang memiliki 3 rantai polipeptida. Karena hal tersebut, ceker ayam memiliki beberapa manfaat bila dikonsusmi dalam jumlah wajar. Maksudnya wajar adalah tidak terlalu sering dan tidak terlalu banyak.

“Dikatakan sering apabila konsumsi lebih dari tiga kali dalam satu minggu dan dalam jumlah yang lebih dari satu porsi dan secara terus menerus,” imbuhnya.

Baca Juga: Pola Makan Instan Ancam Kesehatan Keluarga

Ceker ayam mengandung lemak tak jenuh sebesar 5,5 gram per 100 gram atau 60 persen dari kebutuhan orang dewasa. 100 Gram ceker mengandung kolesterol sebanyak 84 mg atau 20 persen dari kebutuhan harian orang dewasa.

“Jadi bila konsumsi ceker ayam dalam jumlah banyak atau sering akan menyebabkan peningakatan kolestrol, yang bila terjadi secara terus-menerus akan menyebabakan badan mudah lelah. Bahkan pada akhirnya dapat menyebabkan gagal gantung atau stroke,” tandas Tri.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.