Rabu, 17 Jun 2026 02:26 WIB

Penjual Gorengan di Pasuruan Beralih Ternak Ular Piton, Segini Penghasilannya

  • Penulis : Moch Rois
  • | Minggu, 18 Sep 2022 07:27 WIB
M Idris (24) menunjukkan ular piton hasil ternakannya.(Foto: Moch Rois)
M Idris (24) menunjukkan ular piton hasil ternakannya.(Foto: Moch Rois)

Pasuruan - Kemunculan ular piton atau ular sanca kerap membuat masyatakat geger karena ketakutan. Namun seorang pemuda di Pasuruan justru mengembangbiakkannya dan meraup banyak cuan. Sang pemuda adalah M Idris (24), warga Dusun Serambi, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.

Awalnya, Idris memelihara ular karena hobi. Banyak kegagalan yang dihadapi dalam merawat hewan berwarna eksotis yang kerap dipandang mengerikan oleh masyarakat. Tapi berkat keuletan dan ketelatenan merawat ular secara otodidak sejak 3 tahun lalu, kini ia jadi semakin memahami apa yang dibutuhkan agar tidak stres dan mau berkembang biak.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Karena saya ini belajar sendiri merawat ular, tentu awalnya ada kegagalan. Setelah terus belajar, sekarang saya sudah bisa mengembangbiakkan ular piton berbagai jenis," jelas Idris dirumahnya, Minggu (18/9/2022).

Ular piton.(Foto: Moch Rois)Ular piton.(Foto: Moch Rois)

Pada 2019 saat awal-awal memelihara ular piton, Idris yang kesehariannya berjualan gorengan mengaku tidak ada lahan milik orang tuanya yang bisa dijadiakannya kandang ular. Ia kemudian berinisiatif menata kamar tidurnya untuk dijadikan kandang ular piton.

Baca Juga: Heboh Ular Piton 2,5 Meter Masuk Kandang Ayam Warga Kediri

"Sudah sekitar tiga tahun kamar tidur ini saya jadikan kandang ular. Tidak ada tempat lagi," ungkapnya.

Setelah berhasil membiakkan ulat piton, Idris meninggalkan pekerjaan menjual gorengan dan memilih fokus menekuni hobinya. Betapa tidak, ular hasil ternakannya laris manis terjual melalui media sosial. Mereka yang membeli adalah penghobi ular di beberapa kota besar di Indonesia.

"Pemasaran saya hanya melalui media sosial. Alhamdulillah banyak peminatnya, hampir seluruh kota besar se Indonesia lah," tuturnya.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Dari tangan dingin Idris, para pembeli paling banyak memburu ular yang baru menetas. Biasanya, Idris membandrolnya paling murah Rp2 juta. Namun kalau corak dan genetiknya istimewa, harganya akan lebih mahal. Saking larisnya, Idris mengaku selama setahun memperoleh omzet Rp80 juta dari hobi beternak ular.

"Saat ini saya punya 7 indukan ular piton. Satu induk bisa bertelur 8 butir per tahun. Setahun kurang lebih saya bisa mendapatkan uang sekitar Rp80 juta lebih," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.