Senin, 15 Jun 2026 09:45 WIB

Jelang Panen, Petani Melon di Jombang Dihadapkan Rasa Cemas

Petani melon di Desa Pucangsimo, Kecamatan Perak, Jombang saat berada di sawah.(Foto: Elok Aprianto)
Petani melon di Desa Pucangsimo, Kecamatan Perak, Jombang saat berada di sawah.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Petani melon di Desa Pucangsimo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, merasa was-was. Pasalnya cuaca di Kota Santri tak menentu. Meski saat ini musim kemarau, namun hujan dengan intensitas tinggi kadang masih turun. Sehingga tanaman melon warga rawan terserang penyakit.

"Cuaca sekarang tidak menentu, makanya sekarang lebih sering mengecek tanaman," ungkao Sugi (50), petani melon di Desa Pucangsimo, Sabtu (17/9/2022).

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Dikatakan Sugi, kondisi cuaca yang terkadang hujan deras dan tiba-tiba panas berdampak pada tanaman melon. Tanaman melon miliknya dan petani lainnya rata-rata akan dipanen. Untuk itu, para petani harus sering memantau tanamannya di sawah.

"Kalau tidak sering dicek takutnya kena jamur. Ini kurang 35 hari lagi panen. Kalau sudah terkena jamur ini yang susah. Jadi harus segera disemprot obat," paparnya.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Dampak cuaca tak menentu akan mempengaruhi perkembangan tanaman melon. Sebab jamur sempat menyerang sebagian tanaman pada awal tanam.

"Tapi alhamdullilah ini sudah mulai pulih lagi tanamannya. Karena kemarin awal menanam sempat terkena jamur," tegasnya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Situasi seperti sekarang kerap terjadi pada setiap tahunnya. Sehingga para petani melon agak terbiasa menghadapi situasi ini.

”Jadi lebih waspada saja. Agar nanti panenya bisa banyak dan tidak merugi,” pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.