Selasa, 16 Jun 2026 15:05 WIB

Warga Tulungagung Laporkan Temuan Sumur dan Lumpang Batu Diduga Cagar Budaya

Temuan sumur kuno dan batu angka tahun di Desa Ngranti.(Foto: Bramanta Pamungkas)
Temuan sumur kuno dan batu angka tahun di Desa Ngranti.(Foto: Bramanta Pamungkas)

Tulungagung - Masyarakat Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, melaporkan temuan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Mereka menemukan dua buah sumur kuno serta lumpang batu yang diduga kuat berasal dari zaman kerajaan.

Di lokasi tersebut juga terdapat sebuah batu angka tahun. Batu sudah teregister di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur pada 1996. Berdasarkan angka tahun, batu berasal dari era Kerajaan Majapahit masa pemerintahan Ratu Suhita.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kepala Desa Ngranti Yulianto mengatakan, temuan ini berdasarkan informasi dari masyarakat. Pihak pemerintah desa lalu melakukan penelusuran dan pengecekan.

"Kami ingin mengetahui asal muasal dan sejarah desa ini. Kemudian ada temuan dan kami laporkna ke dinas terkait," ujarnya, Sabtu (17/09/2022).

Temuan sumur kuno dan batu angka tahun di Desa Ngranti.(Foto: Bramanta Pamungkas)Temuan sumur kuno dan batu angka tahun di Desa Ngranti.(Foto: Bramanta Pamungkas)

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Dua buah sumur yang ditemukan memiliki bentuk bujur sangkar dengan ukuran sisi 1 meter. Dinding sumur seluruhnya tersusun dari batu bata kuno berukuran besar. Di sekitar lokasi sumur juga ditemukan beberapa benda yang diduga merupakan artefak.

"Kami juga mendapatkan laporan dari masyarakat terkait keberadaan benda diduga cagar budaya lain, tapi ini masih kami telusuri lagi," terangnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sementara itu, pengamat sejarah komunitas Peduli Khasanah Budaya Tulungagung Bambang Eko Ariadi menerangkan, berdasarkan pembacaan batu angka ini berasal dari tahun 1360 saka atau 1438 masehi. Tahun tersebut merupakan era Kerajaan Majapahit masa pemerintaahan Ratu Suhita. Batu diduga kuat merupakan bagian dari sebuah candi. Sedangkan temuan sumur dan lumpang diduga menjadi bukti bahwa desa merupakan kawasan pemukiman era kerajaan.

"Dugaan sementara merupakan kawasan permukiman karena ada temuan sumur, tapi ini masih perlu kajian lebih lanjut lagi," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.