Kamis, 18 Jun 2026 04:42 WIB

Hari Kakatua Nasional, Pencinta Satwa di Mojokerto Lepasliarkan Burung Domestik

Pencinta alam ketika melepasliarkan burung prenjak dan ciblek.(Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Pencinta alam ketika melepasliarkan burung prenjak dan ciblek.(Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Memperingati Hari Kakatua Nasional, sejumlah penggemar satwa melepasliarkan burung lokal atau domestik, Jumat (16/9/2022). Pencinta satwa yang tergabung dalam Komunitas Burung Free Fly (KBFF) Mojokerto melepaskan burung prenjak tamu dan ciblek ke alam di pinggir sungai Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet.

Anggota KBFF Abah Rahmat mengatakan, ada enam pasang ekor burung yang dikembalikan ke alam yang berkontur perbukitan.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Ada enam pasang atau 12 ekor burung. Ada dua jenis burung yang kami lepaskan," kata Rahmat kepada sejumlah wartawan.

Burung prenjak dan ciblek yang dilepasliarkan didapat dengan cara membeli dari pedagang burung di media sosial. Pria yang kerap disapa Man Odixs ini menyebutkan, pihaknya ingin mengembalikan burung yang biasa bersarang di rumpun ilalang, semak belukar ke alam bebas.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Jadi posisi burung-burung (jenis prenjak) ini banyak ditangkap. Harapannya jangan ditangkap, burung-burung yang menetas di alam biar lebih lestari lagi," terangnya.

Lelaki berusia 42 tahun ini berharap tidak ada lagi transaksi hewan yang ada di alam liar. Termasuk Kakatua yang merupakan burung asli hewan endemi Indonesia masuk dalam kategori dilindungi.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Selain itu, Kakatua merupakan jenis burung hias yang memiliki bulu indah dengan lengkingan suara cukup nyaring. Spesies ini termasuk salah satu burung dengan kecerdasan cukup bagus.

"Kebetulan hari ini kan Hari Kakatua Indonesia, ikut meramaikan sekaligus melestarikan Kakatua yang ada di alam liar. Jangan ditangkap dan dijual, biar anak cucu kita masih bisa melihat keberadaan burung-burung itu," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.