Kamis, 18 Jun 2026 09:14 WIB

Pupuk Bersubsidi Terbatas, Petani di Bojonegoro Diimbau Olah Pertanian Organik

Kabid Sarpras Dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro, Ratno. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Kabid Sarpras Dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro, Ratno. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

Bojonegoro - Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro menyebut Kabupaten Bojonegoro mendapat alokasi pupuk subsidi sebanyak 125.211 ton pupuk an-organik, 40.260 ton pupuk organik dan 28.563 liter pupuk organik cair, pada 2022.

Akibat terbatasnya pupuk bersubsidi itu, petani diharapkan mengembangkan lahan pertanian organik.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Kabid Sarpras dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro, Ratno mengatakan, untuk musim tanam 1 dan 2 tahun ini ada 5 jenis pupuk subsidi yang beredar yaitu pupuk NPK, Urea, ZA, SP 36 dan Organik.

"Sampai dengan akhir Agustus 2022 pupuk subsidi yang sudah tersalurkan, untuk musim tanam 1 dan 2, yakni untuk jenis pupuk anorganik sudah tersalurkan berkisar 60 sampai 70 persen, sedangkan untuk pupuk organik jenis granul 34,49 persen dan pupuk organik cair 24,12 persen," bebernya, Kamis (15/9/2022).

Ratno menjelaskan, berdasarkan Permentan nomor 10 tahun 2022 jumlah jenis pupuk subsidi hanya tinggal 2 yaitu NPK dan Urea.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Nantinya hanya ada dua jenis pupuk yang disubsidi yakni Urea dan NPK," tandasnya.

Dengan pegurangan jenis pupuk subsidi yang beredar, peruntukannya pun juga terbatas. Hanya ada 9 komoditas tanaman yang dapat memakai pupuk bersubsidi, di antaranya 3 jenis komoditas tanaman pangan seperti padi, jagung dan kedelai; 3 tanaman hortikultura seperti semua jenis cabai, bawang merah dan bawang putih serta 3 tanaman perkebunan yaitu kopi rakyat, tebu rakyat dan kakao rakyat.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Untuk itu, dengan terbatasnya alokasi pupuk bersubsidi dan mahalnya pupuk non subsidi, Ratno mengimbau kepada kelompok tani untuk mengimbangi dengan menggunakan pupuk kandang atau mengolah limbah pertanian dan limbah ternak menjadi kompos organik. Hal tersebut disamping lebih ekonomis juga ramah lingkungan.

"Terbukti lahan yang menggunakan pupuk organik untuk hasil panennya lebih bagus dibanding dengan lahan yang banyak menggunakan pupuk kimia," tandasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.