Kamis, 18 Jun 2026 14:58 WIB

Polisi Hentikan Kasus Bayi Dipotong Lehernya saat Bersalin di RSUD Jombang

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha saat pers rilis di Satreskrim Polres Jombang.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha saat pers rilis di Satreskrim Polres Jombang.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Polisi akhirnya menghentikan kasus hukum bayi bernama Cahaya Rembulan yang di-dekapitasi (pemotongan kepala bayi) saat proses bersalin di RSUD Jombang. Hal ini berdasarkan hasil analisis medis beserta kajian yang dilakukan para ahli dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) maupun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jatim.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha menjelaskan, berdasarkan laporan polisi yang dilakukan oleh Yopi Widianto (26) selaku ayah bayi, yang meninggal saat proses bersalin di RSUD Jombang, ditemukan beberapa hal.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Terhadap laporan polisi yang dilakukan Yopi yang merupakan suami korban, kami telah melakukan penyelidikan dan memeriksa 9 orang saksi. Kami juga menggandeng dari IDI Jatim, kemudian IBI Jatim, kami lakukan pemeriksaan sebagai ahli, dalam perkara ini," ungkap Giadi pada sejumlah jurnalis, Selasa (13/9/2022).

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Dan kami simpulkan dalam laporan polisi saudara Yopi sebagai pelapor. Dan kesimpulan gelar perkara yang kami laksanakan adalah bukan merupakan tindak pidana, sehingga terhadap laporan polisi tersebut, kami lakukan penghentian penyelidikan," sambung Giadi.

Lebih lanjut Giadi menjelaskan, dari penyampaian para ahli, diketahui secara kode etik maupun secara keilmuan kedokteran, semua tindakan penanganan yang dilakukan pada saat persalinan Rohma Roudotul Janah (29) warga Dusun Slombok, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Jombang, sudah sesuai prosedur.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Secara keilmuan maupun kode etik sudah disampaikan oleh IDI dan IBI Jatim," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.