Jumat, 19 Jun 2026 09:17 WIB

Begini Strategi Pedagang Roti di Kota Batu Siasati Kenaikan Harga BBM

Khamim Tohari bersama karyawannya.(Foto: Galih Rakasiwi)
Khamim Tohari bersama karyawannya.(Foto: Galih Rakasiwi)

Batu - Sejumlah pihak terdampak kenaikan harga BBM. Salah satunya pedagang roti. Seperti dialami Khamim Tohari, pemilik Rotterd Bakkery di Desa Tulungrejo, Kota Batu. Ia pun harus menyiasati agar tidak merugi yaitu dengan menekan pengembalian roti di pasaran.

"Nah, setiap bulannya mendapatkan uang pengganti pembelian bensin. Kan hitungannya setiap hari kalau sales yang pakai motor itu dapat 3 liter, kalau yang pakai mobil 20 liter. Itu diberikan uang pengganti setiap bulan yang tergantung dari dia jualannya, kan tidak mesti setiap hari jualan," kata Khamim yang memiliki 17 sales tersebar di Jawa Timur, Senin (12/9/2022).

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Aktivitas SPBU di Probolinggo Normal

Hingga kini, Khamim belum berani menaikkan harga roti di pasaran. Dia khawatir produknya kurang laku.

"Tentu berdampak ke biaya operasional sehingga margin keuntungan kami berkurang sekitar 20 persen. Karena untuk harga roti juga kami belum berani menaikkan," imbuhnya.

Siasat yang dilakukan dengan menargetkan untuk menekan pengembalian dari penjualan roti yang tidak laku di bawah 20 persen.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik Tajam, Ojol hingga Mahasiswa di Kediri Kecewa

"Tapi Alhamdulillah, anak-anak masih bisa di bawah itu. Ya rata-rata selama ini mengembalikan sekitar 10 persen dari roti yang dipasarkan mereka. Bila pengembalian terjadi di atas 20 persen, dipastikan kami rugi mas," katanya.

Usaha skala kecil itu setiap harinya dapat memproduksi 3.000 piece roti yang rata-rata jenis tawar. Harga setiap roti yang dijual mulai dari Rp10.000 hingga Rp 14.000.

"Sales saya itu kalau di Kota Batu, untuk setiap roti yang dijual mendapatkan keuntungan sebesar Rp1.250. Kalau yang di luar daerah seperti Blitar, Jombang, Pasuruan itu keuntungannya Rp 1.500," katanya.

Baca Juga: Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera

Dia berharap adanya kenaikan harga BBM tidak sampai berdampak meluas ke bahan baku pembuatan roti. Sebab untuk kenaikan harga mentega dan meses sudah mulai terasa sekitar 10 persen dari sebelumnya.

"Jangan sampai dampaknya meluas ke harga terigu dan lainnya. Kalau begitu terjadi, kami bukan tidak mungkin akan menaikkan harga roti. Sekarang saja kami bertahan. Kami pertahankan juga ukuran yang sama, tidak kami kecilkan," tutupnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.