Jumat, 19 Jun 2026 11:31 WIB

Viral Surat Pernyataan Masuk Ponpes Gontor, Polisi: Pidana Tetap Pidana

Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo.(Foto: Mita Kusuma)
Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo.(Foto: Mita Kusuma)

Ponorogo - Surat pernyataan masuk Ponpes Modern Darussalam Gontor Ponorogo viral. Salah satu poinnya adalah tidak melibatkan pihak luar pondok seperti aparat kepolisian dan lain-lain dalam menyelesaikan urusan di Ponpes Modern Darussalam Gontor. Pihak kepolisian pun telah mengusut perihal surat pernyataan tersebut.

Pasalnya, surat pernyataan dijadikan pijakan tidak dilaporkannya secara langsung kasus penganiayaan berujung tewasnya santri Ponpes Modern Darussalam Gontor berinisial AM. Padahal kejadiannya pada 22 Agustus 2022. Kemudian viral dan baru dilaporkan ke polisi pada 5 September 2022.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

“Surat pernyataan itu otomatis batal. Sudah tidak berlaku,” ujar Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo, Sabtu (10/9/2022).

Screnshot surat perjanjian masuk Ponpes Gontor.Screnshot surat perjanjian masuk Ponpes Gontor.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Catur menegaskan, surat pernyataan itu telah disita. Baik dari orang tua korban maupun dari pihak Ponpes Modern Darussalam Gontor. Jika ada pidana lain, tetap bisa melakukan pengusutan walaupun ada surat perjanjian yang telah ditandatangani.

“Pidana ya tetap pidana,” pungkasnya.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

Sebelumnya, Ponpes Modern Darussalam Gontor Ponorogo menjadi sorotan. Ini setelah mencuatnya kasus dugaan penganiayaan hingga menewaskan seorang santri berinisial AM asal Palembang. Kejadian nahas pada 22 Agustus 2022 lalu tidak langsung dilaporkan ke polisi. Pihak Ponpes Modern Darussalam Gontor baru melaporkan secara resmi pada 5 September 2022.

“Dulu sebelum masuk ke Gontor, ortu atau bapak telah menandatangani surat penyerahan anak ke pondok. Ada poin kesanggupan, salah satunya tidak membawa ke ranah hukum,” ujar juru bicara Ponpes Gontor Ustad Noor Syahid, Selasa (6/9/2022)

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.