Senin, 22 Jun 2026 09:27 WIB

Kisah Penampakan di Bekas Bangunan Stasiun Pulorejo Jombang Peninggalan Belanda

Sisa-sisa bangunan stasiun peninggalan kolonial Belanda di Desa Pucangro, Kecamatan Gudo Jombang.(Foto: Elok Aprianto)
Sisa-sisa bangunan stasiun peninggalan kolonial Belanda di Desa Pucangro, Kecamatan Gudo Jombang.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Kabupaten Jombang banyak menyimpan bangunan tua peninggalan kolonial Belanda. Salah satunya bekas bangunan Stasiun Pulorejo di area persawahan Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Dilihat dari kejauhan, bangunan sudah tampak seram. Warga sekitar meyakini tempat tersebut menjadi markas dedemit.

Keberadaan Stasiun Pulorejo sekaligus menjadi bukti bahwa di wilayah Gudo sejak dulu sudah ada transportasi kereta api. Meski kini hanya tinggal tempat tandon dan sumur pengisi air.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Menurut penuturan warga setempat Supi'i (59), Stasiun Pulorejo sudah tidak digunakan lagi sejak 1974. Bahkan, bangunan stasiun juga sudah tidak ada lagi.

"Yang tersisa hanya bangunan berukuran sekitar 4 x 6 meter. Dulu ini stasiun kereta uap jurusan Jombang-Pare," ungkapnya, Sabtu (10/9/2022).

Saat ini bangunan yang berada di tanah milik PT KAI itu terbengkalai. Di sekitar lokasi digunakan warga untuk bercocok tanam.

"Ya sudah lama juga dijadikan sawah," katanya.

Sisa-sisa bangunan stasiun peninggalan kolonial Belanda di Desa Pucangro, Kecamatan Gudo Jombang.(Foto: Elok Aprianto)Sisa-sisa bangunan stasiun peninggalan kolonial Belanda di Desa Pucangro, Kecamatan Gudo Jombang.(Foto: Elok Aprianto)

Menurut Supi'i, bekas bangunan Stasiun Pulorejo memiliki banyak misteri. Terlebih lagi, bangunan peninggalan Belanda memang angker.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Sekarang dijadikan tempat berkumpulnya makhluk halus. Kalau di sini banyak sekali penunggunya," terangnya.

Ia mengaku pernah mengalami kejadian aneh saat berada di lokasi. Tak hanya itu, ia juga sempat bertemu salah satu penunggu bekas bangunan stasiun. Sosoknya bertubuh besar dan menyeramkan.

"Pernah dijumpai sosok makhluk halus bertubuh sangat besar. Baru minggu kemarin saya mengalami. Pada saat mau mengairi sawah menjelang malam," ucapnya.

Saat itu air diesel mengalir seperti biasanya. Tapi kemudian air tiba-tiba berhenti. Anehnya sebelum melihat penampakan, ia mencium aroma ketela bakar.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Setelah saya cari dari mana aroma tersebut, tiba-tiba ada kayak genderuwo di atas bangunan," bebernya.

Tidak hanya genderuwo, ada beberapa penampakan dedemit lainnya seperti kuntilanak dan pocong.

"Di sekitar sumur itu juga ada penunggunya," pungkas Supi'i.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.