Minggu, 14 Jun 2026 20:54 WIB

Keripik Malaysia Makanan Khas Warga Perak Jombang, Lho Kok Bisa?

Keripik malaysia buatan warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang.(Foto: Elok Aprianto)
Keripik malaysia buatan warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Di Jombang, terdapat makanan ringan yang bisa bikin orang penasaran. Namanya keripik malaysia. Meski namanya malaysia, keripik ini ternyata dibuat secara massal di Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang. Hampir seluruh penduduk di desa tersebut membuat keripik malaysia. Sebab memang makanan khas warga setempat.

Salah satu pembuat keripik malaysia adalah Roudotul Jannah (41). Ia mengaku sudah lama membuat makanan ringan tersebut,

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

"Sejak 2014. Ya, banyak warga disini yang bikin. Karena hampir rata-rata semua orang bisa membuat," ungkapnya, Kamis (8/9/2022).

Lebih lanjut, Jannah menceritakan asal mula keripik malaysia. Menurutnya, dahulu ada warga pendatang di kampungnya. Kebetulan orang tersebut pernah bekerja di Malaysia. Warga pendatang itu membuat makanan ringan dan dibagikan ke tetangga. Karena rasanya cukup enak, warga sekitar meminta resep dan cara membuatnya.

"Jadi hampir seluruh warga bisa membuat makanan ringan itu sampai sekarang," bebernya.

Untuk membuat keripik Malaysia tidak susah. Bahan-bahannya pun mudah didapat. Yakni, tepung terigu, telur dan mentega.

"Dalam satu hari bisa memproduksi 5 kilogram adonan. Yang paling susah itu mengaduk adonan," katanya.

Keripik malaysia buatan warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang.(Foto: Elok Aprianto)Keripik malaysia buatan warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang.(Foto: Elok Aprianto)

Baca Juga: Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat

Setelah jadi, adonan keripik malaysia dimasukan ke dalam mesin untuk dipipihkan. Kemudian dibentuk seperti bunga-bunga.

"Ini uniknya, meski rasanya sama tapi warga berkreasi bentuknya berbeda-beda. Agar lebih menarik," tegasnya.

Kini, banyak warga yang memasarkan keripik malaysia lewat media sosial.

"Pemasaraan saat ini melalui online dan ada yang mengambil sendiri. Kalau permintaan banyak itu saat Lebaran. Pesanan menjadi meningkat," ucapnya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Sementara itu, Kepala Desa Pagerwojo Imam Wahyudi membenarkan ada puluhan warganya yang membuat kripik malaysia. Makanan khas yang sudah ada sejak 1985 itu juga menjadi ikon desanya.

"Kalau yang membuat kripik ini sudah banyak. "Kami juga sering mengadakan pelatihan mulai dari produksi hingga pemasaran," pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.