Kamis, 18 Jun 2026 00:54 WIB

Mahasiswa di Tulungagung Ricuh saat Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Mahasiswa saat terlibat aksi dorong dengan polisi di Tulungagung (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Mahasiswa saat terlibat aksi dorong dengan polisi di Tulungagung (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Kericuhan terjadi di sela unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, di Tulungagung, Rabu (7/9/2022). Aksi itu digelar mahasiswa di depan gedung DPRD setempat.

Aksi tersebut awalnya berlangsung kondusif. Namun kericuhan terjadi saat massa berusaha masuk ke gedung DPRD. Polisi yang mengamankan jalannya aksi menghalangi mahasiswa, sehingga aksi saling dorong tidak terhindarkan.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kericuhan berhasil diredam setelah terjalin kesepakatan antara polisi dengan massa.

Koordinator aksi, Utri Suciati mengatakan, kenaikan harga BBM yang terjadi saat ini akan berimbas terhadap segala lini. Harga sembako dan kebutuhan lainnya akan segera naik mengikuti kebijakan pemerintah.

Menurutnya, kebijakan menaikkan harga BBM yang dilakukan saat ini kurang tepat. Karena hal ini akan berpengaruh kepada program pemulihan ekonomi pascapandemi, yang digencarkan pemerintah saat ini.

"Kenaikan harga BBM ini sangat tidak rasional dan tidak dibenarkan apabila mengorbankan masyarakat sendiri," ujar Utri, Rabu (7/9/2022).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Mahasiswa di Tulungagung bakar-bakar saat demo tolak kenaikan harga BBMMahasiswa di Tulungagung bakar-bakar saat demo tolak kenaikan harga BBM

Selain itu, pengalihan subsidi BBM menjadi bantuan sosial juga dinilai tidak akan menjadi solusi. Menurutnya, pemerintah seharusnya mengambil langkah taktis untuk memberantas penyalahgunaan subsidi BBM. Bukan justru menghapus subsidi sehingga memberatkan masyarakat.

"Bukan malah menaikkan harga BBM, kenaikan ini akan menghambat pemulihan ekonomi," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sejumlah perwakilan dari mahasiswa lalu diizinkan masuk ke gedung DPRD untuk melakukan audiensi. Dalam pertemuan dengan Ketua DPRD, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan.

Ketua DPRD Tulungagung, Marsono menerima tuntutan ini dan berjanji akan mengirim ke DPRD Provinsi dan DPR RI.

"Saya akan membantu meneruskan tuntutan mahasiswa ini sesuai dengan aturan pemerintah," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.