Kamis, 18 Jun 2026 03:56 WIB

Aktivis GMNI di Pasuruan Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 06 Sep 2022 16:21 WIB
Para aktivis GMNI Pasuruan saat unjuk rasa. (Foto: Moch. Rois/jatimnow.com)
Para aktivis GMNI Pasuruan saat unjuk rasa. (Foto: Moch. Rois/jatimnow.com)

Pasuruan - Sejumlah aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Selasa (6/9/2022).

Selain menolak kenaikan harga BBM yang sudah ditetapka Presiden Jokowi, masa aksi juga menyuarakan beberapa poin tuntutan. Mulai dari mendesak pemerintah mengusutan tuntas dan menindak mafia minyak dan gas, sampai optimalisasi pengawasan distribusi BBM bersubsidi.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Dalam aksi itu, Ketua DPC GMNI Pasuruan, M Dofir, mengatakan masyarakat saat ini masih belum siap menghadapi kenaikan harga BBM, lantaran dalam masa transisi melewati pandemi Covid-19.

"Selain itu, dampak kenaikan harga BBM ini akan berimbas pada melonjaknya harga bahan pokok, kenaikan tarif transportasi umum, ketidakstabilan ekonomi masyarakat dan akan kembali menambah angka pengangguran dan kemiskinan," ucap Dofir.

Di hadapan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, Dofir pun meminta jajaran fraksi di DPRD Kabupaten Pasuruan untuk menindaklanjuti meneruskan poin tuntutannya ke fraksi-fraksi di DPR RI.

Baca Juga: GMNI Universitas Islam Lamongan Tanam Ratusan Pohon di Hari Bumi

"Jika pemerintah ingin menaikan harga BBM setidaknya tunggulah ekonomi masyarakat naik kembali," tukasnya.

Di satu sisi, Andri Wahyudi yang merupakan Pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan dari Fraksi PDI-P itu pun menindaklanjuti tuntutan tersebut dengan langsung mengirimkannya melalui fax.

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

"Saya akan langsung mengirim poin-poin yang diminta oleh teman-teman. Kami harap teman-teman juga selalu mengingatkan untuk mengkritik kami," kata Andri.

Setelah menyuarakan tuntutannya, sejumlah aktivis GMNI kemudian bergerak melakukan aksi penolakan kenaikan harga BBM lagi di depan Stadion Untung Suropati, Kota Pasuruan.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.